
Gowa, Binkari – Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa kembali menyelenggarakan Maudu Adaka Ri Gowa dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H, yang bertepatan dengan 25 Agustus 2026.
Kegiatan tahunan tersebut berlangsung khidmat di Istana Balla Lompoa Ri Sungguminasa, sebagai salah satu bentuk komitmen Srikandi Balira dalam menjaga tradisi, adat dan budaya Kerajaan Gowa yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan kitab Barzanji yang mengisahkan perjalanan kehidupan Rasulullah SAW sekaligus menjadi sarana untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau. Suasana semakin khidmat dengan lantunan shalawat Nabi serta pembacaan kalam Ilahi.
Pembacaan Barzanji dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat yang juga Imam Kelurahan Bonto Bontoa, Ustaz Mahyuddin S.Ag Dg. Gajang.
Ketua Panitia, Andi Ima Kesuma A. Tau, mengatakan Maudu Adaka merupakan program kerja tahunan Komunitas Perempuan Kerajaan Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan nilai-nilai keagamaan dan adat dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Srikandi Balira, YM Andi Hikmawati Andi Kumala Idjo Patta Umba, menyambut baik pelaksanaan Maudu Adaka Ri Gowa. Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan adat dan budaya sebagai bagian dari sejarah perjalanan Islam di Kerajaan Gowa.
Ia menjelaskan, sejak awal masuknya Islam di Kerajaan Gowa, penyebaran agama dilakukan melalui pendekatan akulturasi dengan adat dan kebiasaan masyarakat. Tradisi tersebut kemudian terus dijaga hingga saat ini, salah satunya melalui pelaksanaan Maudu Adaka yang dipadukan dengan hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hikmah Maulid dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustaz HM Natsir Suro.
Putra Mahkota Kerajaan Gowa, YM Andi Muhammad Imam Daeng Situju Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid II Batara Gowa III Raja Gowa XXXVIII, turut menyampaikan bahwa Balla Lompoa merupakan kediaman Raja Gowa secara turun-temurun.
Ia mengungkapkan, Balla Lompoa juga memiliki hubungan sejarah yang erat dengan keluarganya, termasuk kakeknya, Raja Gowa XXXVI Alm. Andi Idjo Karaeng Lalolang, yang juga dikenal sebagai Bupati pertama Kabupaten Gowa.
Pada awal kegiatan, pihak keluarga dan penyelenggara juga mengirimkan pahala bacaan Surah Al-Fatihah kepada Baginda Rasulullah SAW, Tuanta Salamaka Syekh Yusuf Al Makassari, Kerajaan Gowa serta almarhum Andi Kumala Idjo, Raja Gowa XXXVIII.
Patta Imam, sapaan akrab Putra Mahkota, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja sehingga kegiatan Maudu Adaka dapat terlaksana dengan baik.
Ia juga menjelaskan sejumlah kelengkapan tradisi Maudu Adaka, di antaranya kaddo minynyak, pisang, songkolo dan telur. Berbagai sajian tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan kehidupan Raja dan masyarakat adat serta menjadi simbol doa dan harapan akan keberkahan.
Pelaksanaan Maudu Adaka Ri Gowa turut dihadiri sejumlah unsur dan tokoh, di antaranya perwakilan Dandim 1409 Gowa dalam hal ini Kasdim 1409 Gowa, para ustaz, tim Barzanji, sesepuh Kerajaan Gowa, Permaisuri Raja Gowa XXXVIII yang juga merupakan ibunda Putra Mahkota, Dewan Hadat Bate Salapang, pimpinan lembaga adat, pemerhati adat dan budaya, tokoh masyarakat serta tokoh perempuan.
Turut hadir pula Hj. Rismawati Kadir Nyampa, ST., MH.
Rangkaian Maudu Adaka Ri Gowa kemudian ditutup dengan penyampaian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, doa bersama dan foto bersama.
Melalui kegiatan tersebut, Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa menegaskan komitmennya untuk terus merawat tradisi Maudu Adaka sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan silaturahmi masyarakat Gowa.
Pewarta, Syafruddin

