
JAYAPURA, Binkari – Ketua Umum KONI Papua periode 2026–2030, Matius D. Fakhiri (MDF), menegaskan bahwa seluruh pengurus KONI Papua tidak menerima honorarium dalam menjalankan tugas organisasi. Ia meminta seluruh jajaran pengurus bekerja dengan semangat pengabdian dan menjadikan kemajuan olahraga Papua sebagai tujuan utama.
Penegasan tersebut disampaikan MDF saat memimpin rapat perdana kepengurusan KONI Papua di Jayapura, Jumat (12/6/2026).
Menurut MDF, kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Papua saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan sehingga seluruh pengurus KONI harus siap bekerja secara gotong royong demi memastikan pembinaan atlet tetap berjalan optimal.
“Kalau ada orang datang ke organisasi KONI untuk mencari keuntungan, silakan mundur. Kali ini kita kerja bakti,” kata MDF di hadapan para pengurus.
Ia menegaskan, setiap individu yang bergabung dalam kepengurusan KONI Papua harus memiliki komitmen yang sama, yakni membangun prestasi olahraga dan memperkuat pembinaan atlet di seluruh cabang olahraga.
MDF mengatakan tantangan yang dihadapi KONI Papua dalam beberapa tahun ke depan cukup besar. Selain keterbatasan anggaran, organisasi harus mempersiapkan atlet menghadapi sejumlah agenda penting, termasuk Pra-PON dan PON 2028.
Karena itu, ia meminta seluruh bidang segera bergerak dan tidak menunggu instruksi secara terus-menerus. Waktu yang tersedia menuju pelaksanaan agenda olahraga nasional dinilai semakin sempit.
“Kita sudah masuk pada waktu yang sangat sempit menuju 2027 dan 2028. Saya minta semua bidang mulai bergerak, melakukan koordinasi dengan cabang olahraga, dan menyelesaikan persoalan yang ada,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, MDF juga menyoroti sejumlah cabang olahraga yang dinilai belum berjalan optimal. Ia meminta evaluasi segera dilakukan agar proses pembinaan atlet tidak terganggu.
“Cabor yang tidak berjalan normal harus dibenahi. Kita ingin semua berjalan searah dengan KONI untuk kepentingan pembinaan atlet,” katanya.
MDF turut mengajak seluruh pengurus meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses organisasi dan fokus membangun kepengurusan yang solid. Menurut dia, KONI Papua harus kembali menjadi motor penggerak lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Papua di tingkat nasional maupun internasional.
“Mari kita gunakan kesempatan ini untuk membenahi olahraga Papua dan menyiapkan masa depan atlet-atlet kita,” ujar MDF.
Sem Gombo

