Lapas Kelas IIA Bulukumba Menanam Iman, Menata Hati, dan Membangun Harapan Baru bagi Warga Binaan

Share

Bulukumba, Binkari – jumat 12 Juni 2026, Di balik kokohnya tembok dan jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bulukumba, suasana yang tercipta setiap hari Jumat bukanlah suasana yang menegangkan, melainkan suasana layaknya sebuah pesantren yang dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, kajian agama, serta pembelajaran tata cara ibadah.

Melalui program rutin Jumat Ibadah, Lapas Kelas IIA Bulukumba terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan pemasyarakatan tidak hanya dari aspek kedisiplinan, tetapi juga dari sisi spiritual dan pembentukan karakter.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Andi Fadli tersebut menghadirkan Ustaz Abdul Rauf sebagai pemateri utama yang membimbing seluruh rangkaian kegiatan ibadah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan mengaji bersama untuk memperbaiki dan memperlancar bacaan Al-Qur’an para warga binaan. Dengan penuh kekhusyukan, para peserta mengikuti setiap arahan yang diberikan. Suasana semakin menenangkan saat kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama yang menggema di seluruh area pembinaan, menghadirkan keteduhan dan ketenteraman batin bagi para warga binaan.

Pada sesi utama, Ustaz Abdul Rauf menyampaikan kajian agama bertema “Nikmatnya Ibadah”. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para warga binaan untuk memahami bahwa ibadah bukan hanya kewajiban, melainkan kebutuhan jiwa yang mampu menghadirkan ketenangan hati, memperkuat keimanan, serta menjadi jalan terbaik untuk memperbaiki diri.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembekalan fikih ibadah berupa pelatihan tata cara praktik sholat yang benar. Para warga binaan dibimbing secara langsung mulai dari gerakan, bacaan, hingga penyempurnaan rukun dan syarat sholat sesuai tuntunan syariat Islam.

Kalapas Kelas IIA Bulukumba, Haji Mansur, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan yang bertujuan membentuk karakter, moral, dan mental warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Menurutnya, lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, melainkan tempat memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih bermakna.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang menyejukkan dan penuh nilai-nilai keagamaan di dalam lapas. Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani pidana, tetapi bagaimana membina, mendidik, dan mengembalikan warga binaan menjadi manusia yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Haji Mansur.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program Jumat Ibadah merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Kelas IIA Bulukumba dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan menyentuh hati para warga binaan.

“Ketika hati sudah tersentuh oleh nilai-nilai agama, maka kesadaran untuk berubah akan tumbuh dari dalam diri sendiri. Karena itu kami terus berupaya menghadirkan suasana pembinaan yang bernuansa pesantren, di mana warga binaan dapat belajar mengaji, memperdalam ilmu agama, memperbaiki ibadah, dan memperkuat keimanan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubsi Bimkemaswat Andi Fadli menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Ibadah merupakan program pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang lebih siap menjalani kehidupan sosial setelah bebas nanti.

“Kami ingin memastikan bahwa proses pembinaan tidak hanya menyentuh aspek fisik dan kedisiplinan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual. Melalui kegiatan keagamaan yang rutin, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memiliki bekal moral yang kuat ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Andi Fadli.

Antusiasme warga binaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat dan kesungguhan. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan berbasis keagamaan mampu memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran diri serta menumbuhkan optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan Jumat Ibadah berlangsung dalam keadaan tertib, aman, dan penuh khidmat. Program ini sekaligus menjadi cerminan keberhasilan pembinaan kepribadian yang dilaksanakan oleh jajaran Lapas Kelas IIA Bulukumba dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, humanis, dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

Di balik jeruji besi, harapan tidak pernah padam. Melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, kajian agama, serta pelatihan praktik ibadah, Lapas Kelas IIA Bulukumba berhasil menghadirkan suasana layaknya sebuah pesantren yang menjadi tempat menanam iman, menata hati, dan membangun harapan baru bagi setiap warga binaan yang sedang mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.

“Membina dengan hati, menguatkan dengan iman, dan mengembalikan dengan harapan.”

Abdul Rauf Bulukumba Sulselbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *