‎

Kades Terpilih Sry Manderes: Tak Ada Lagi Kawan dan Lawan, Semua Saudara, Mari Membangun Nanedakele

Share

SANGIHE, Binkari – Pesta demokrasi di tingkat desa boleh saja melahirkan perbedaan pilihan, tetapi jangan sampai meninggalkan luka yang merobek tali persaudaraan. Sebab, kemenangan sejati bukan sekadar berdiri di garis terdepan setelah penghitungan suara, melainkan mampu merangkul semua pihak dan menyatukan kembali masyarakat yang sempat berbeda jalan politik.

Pesan itulah yang disampaikan Kepala Desa terpilih melalui ungkapan syukur dan ajakan persatuan setelah memperoleh amanah serta kepercayaan masyarakat untuk memimpin desa, Rabu 21 Oktober 2026.

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga, tim pemenangan, relawan, sahabat, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, doa, tenaga, waktu, serta pengorbanan selama proses perjuangan.

Baginya, setiap dukungan memiliki arti penting. Namun, kemenangan yang diraih bukanlah kemenangan satu kelompok atau golongan semata, melainkan kemenangan seluruh masyarakat yang kini memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun desa.

“Kemenangan ini bukanlah kemenangan satu golongan, melainkan kemenangan seluruh masyarakat,” demikian pesan utama yang disampaikan Sry Manderes, ponakan Ci Una sebagai pengusaha sukses dari Tinakareng desa Nanedakele kecamatan Nusa Tabukan.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa setelah proses pemilihan berakhir, tidak seharusnya masyarakat terus terjebak dalam sekat-sekat perbedaan. Sebaliknya, inilah saatnya membuka lembaran baru, merajut kembali persaudaraan, dan mengarahkan seluruh energi untuk kepentingan bersama.

Menjadi Kepala Desa bukan sekadar memperoleh jabatan atau pengakuan kemenangan. Di balik amanah tersebut, terdapat tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun pilihan politik.

Kepala Desa terpilih berharap dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang sebelumnya memberikan dukungan kepada calon lain.

Setiap warga, apa pun pilihan politiknya, memiliki hak yang sama untuk didengar, dihargai, memperoleh pelayanan, dan dilibatkan dalam pembangunan desa.

Sebab, demokrasi yang sehat tidak berhenti ketika hasil pemilihan ditetapkan. Demokrasi justru diuji melalui sikap seorang pemimpin dalam memperlakukan mereka yang berbeda pilihan dengannya.

Pemimpin yang besar bukanlah mereka yang hanya mengingat siapa yang mendukungnya, melainkan mereka yang tetap membuka pintu bagi siapa pun demi kepentingan masyarakat.

Kini, tantangan sesungguhnya bukan lagi memenangkan suara, melainkan membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat dapat dijawab melalui kerja nyata.

Pembangunan desa membutuhkan kebersamaan, keterbukaan, serta partisipasi seluruh warga. Tidak ada pembangunan yang dapat berjalan maksimal apabila masyarakat terus terbelah oleh persaingan politik yang telah berlalu.

Karena itu, ajakan untuk bergandengan tangan dan menyatukan pikiran menjadi pesan penting bagi seluruh elemen masyarakat.

Harapan untuk mewujudkan desa yang lebih maju, sejahtera, damai, dan penuh kebersamaan harus menjadi tujuan bersama, bukan sekadar janji setelah kemenangan.

Amanah kepemimpinan pun diharapkan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan senantiasa berada dalam rida Allah SWT.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya menantikan kata-kata indah setelah pemilihan. Mereka juga menunggu bukti nyata berupa pelayanan yang adil, pembangunan yang merata, serta kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama.

Sebab, kemenangan bisa diraih melalui suara, tetapi kehormatan seorang pemimpin hanya dapat dijaga melalui pengabdian.

Pilkades telah usai. Perbedaan pilihan semestinya menjadi bagian dari perjalanan demokrasi, bukan alasan untuk memutus tali persaudaraan.

Kini saatnya semua pihak kembali berdiri dalam satu barisan, bukan untuk membesarkan kelompok tertentu, melainkan untuk membangun desa yang dicintai bersama.

Beda pilihan telah usai. Persaudaraan jangan sampai mati. Amanah telah dipercayakan, saatnya membuktikan pengabdian, kunci Sry dengan khas senyumannya.

Asril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *