Fakhiri Beri Nilai Tinggi RSUP Jayapura: Modern, Manusiawi, dan Membanggakan Papua

Share

JAYAPURA, Binkari — Kunjungan Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri ke RSUP Jayapura, Selasa, menjadi lebih dari sekadar agenda inspeksi fasilitas kesehatan. Di hadapan tenaga medis, manajemen rumah sakit, dan para pasien, Fakhiri melontarkan penilaian yang tegas: RSUP Jayapura layak menjadi role model penguatan layanan kesehatan di seluruh Tanah Papua.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Saat meninjau langsung berbagai unit pelayanan mulai dari poliklinik rawat jalan, ruang rawat inap, Intensive Care Unit (ICU), Stroke Care Unit, Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cath Lab), Instalasi Radiologi hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD), Fakhiri melihat sendiri bagaimana pelayanan kesehatan dijalankan dengan standar yang menurutnya patut diapresiasi.

“Saya berharap rumah sakit pemerintah lainnya di Provinsi Papua dapat menjadikan rumah sakit ini sebagai contoh. Kita harus bersama-sama menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Tanah Papua,” tegas Fakhiri.

Gubernur mengaku terkesan bukan hanya pada kecanggihan fasilitas yang tersedia, tetapi juga suasana rumah sakit yang dinilainya jauh dari kesan kaku dan menegangkan yang selama ini identik dengan fasilitas kesehatan.

“Kesan pertama yang saya rasakan, rumah sakit ini sudah seperti yang saya harapkan. Meskipun ini rumah sakit, suasananya tidak membuat kita merasa sedang berada di rumah sakit,” ujarnya.

Menurut Fakhiri, keberhasilan sebuah rumah sakit tidak hanya diukur dari gedung megah atau alat kesehatan modern, tetapi juga dari sentuhan kemanusiaan yang dirasakan pasien. Karena itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada tenaga kesehatan RSUP Jayapura yang dinilainya mampu menghadirkan pelayanan profesional sekaligus penuh empati.

“Seluruh tenaga kesehatan terlihat ramah, profesional, dan memberikan pelayanan yang luar biasa. Masyarakat yang saya temui juga mengaku senang berobat ke sini karena merasa dilayani dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Fakhiri bahkan berdialog langsung dengan sejumlah pasien untuk mendengar pengalaman mereka selama menjalani perawatan. Hasilnya, mayoritas pasien menyampaikan kepuasan terhadap pelayanan yang diterima.

Direktur Utama RSUP Jayapura, Petronella Marcia Risamasu, mengatakan kunjungan gubernur menjadi momentum penting untuk memperlihatkan secara langsung perkembangan layanan kesehatan yang terus dibangun rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa masukan dan apresiasi dari masyarakat menjadi energi bagi RSUP Jayapura untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.

Kunjungan itu sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Papua.

Di penghujung kunjungannya, Fakhiri menitipkan pesan yang sarat makna kepada seluruh jajaran direksi dan civitas hospitalia RSUP Jayapura: jangan pernah puas dengan capaian yang ada.

“Pertahankan budaya pelayanan prima, perkuat kolaborasi, dan terus hadir sebagai rumah sakit yang memberi harapan bagi masyarakat Papua,” pesannya.

Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan di wilayah timur Indonesia, RSUP Jayapura kini bukan sekadar rumah sakit rujukan. Ia mulai menjelma menjadi simbol bahwa pelayanan kesehatan yang modern, manusiawi, dan berkualitas bukanlah mimpi bagi masyarakat Papua.

Sem Gombo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *