Fakhiri Kejar Sekolah Rakyat di Seluruh Papua: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah, Generasi Emas Harus Diselamatkan!

Share

JAYAPURA, Binkari – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengirim pesan kuat tentang masa depan Tanah Papua: tidak boleh ada lagi anak yang kehilangan harapan karena kemiskinan atau putus sekolah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua bergerak cepat mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai jalan membuka masa depan generasi emas Papua.

Pesan tersebut disampaikan Fakhiri saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 29 Jayapura di Jalan Gerilyawan Awiyo, Distrik Abepura, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura di Pasir II, Kota Jayapura, Selasa (9/6/2026).

Dalam kunjungan itu, Fakhiri menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah dua senjata utama untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus membangun Papua yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Nanti akan dibangun di semua kabupaten. Mudah-mudahan akhir bulan ini atau awal bulan depan sudah mulai tahap pembangunan. Kami berdoa supaya niat baik Bapak Presiden untuk menolong anak-anak yang putus sekolah atau orang tuanya tidak mampu bisa bersekolah dapat terwujud,” tegas Fakhiri.

Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi Papua. Sejumlah daerah seperti Supiori, Kepulauan Yapen, Waropen, Sarmi, dan Kabupaten Jayapura telah mengajukan pembangunan sekolah serupa.

Tak hanya itu, Pemprov Papua juga menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Maribu yang dirancang menjadi pusat pendidikan bagi siswa dari berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah pegunungan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Bagi Fakhiri, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah misi penyelamatan masa depan anak-anak Papua yang selama ini terpinggirkan oleh keadaan ekonomi maupun kehilangan orang tua.

“Yang penting kita menolong generasi emas anak-anak Papua. Mereka yang belum terakomodasi karena keterbatasan ekonomi atau kehilangan orang tua bisa mendapatkan pendidikan yang baik melalui Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap anak Papua memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan kesempatan yang setara dengan anak-anak di daerah lain di Indonesia.

“Sebagai gubernur, saya punya cita-cita anak Papua bisa bersaing dengan mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan saudara-saudara kita di luar Papua,” katanya.

Usai meninjau Sekolah Rakyat, Fakhiri melanjutkan kunjungan ke RSUD Jayapura. Di sana, ia menyoroti pentingnya pembangunan fasilitas kesehatan yang tidak hanya modern, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi pasien.

Pemerintah Provinsi Papua bahkan merencanakan pembangunan akses jalan baru dan penataan kawasan rumah sakit untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berobat.

“Saya berharap rumah sakit yang ada di Papua bisa dibangun ke arah yang lebih baik. Orang datang tidak merasa seperti berada di rumah sakit, tetapi merasa nyaman sehingga proses penyembuhannya juga lebih baik,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan Papua, langkah memperluas Sekolah Rakyat dan membenahi layanan kesehatan menjadi sinyal kuat bahwa investasi terbesar pemerintah bukan pada bangunan semata, melainkan pada manusia Papua itu sendiri.

Sebab dari ruang kelas dan ruang perawatan yang layak, lahir harapan baru. Dan dari harapan itulah generasi emas Papua dipersiapkan untuk berdiri sejajar, bersaing, dan memimpin masa depan daerahnya sendiri.

Sem Gombo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *