‎

SETETES DARAH, SEJUTA HARAPAN! RSUD BULUKUMBA, PMI, WAHDAH ISLAMIYAH, DAN STIKES PANRITA HUSADA BERSATU DALAM AKSI KEMANUSIAAN

Share

BULUKUMBA, Binkari — Kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya dengan kata-kata. Ia membutuhkan tindakan nyata. Semangat itulah yang menyatukan RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba, Unit Sosial Kesehatan Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Gantarang, dan STIKES Panrita Husada Bulukumba dalam aksi bakti sosial donor darah, Senin (19/10/2026).

Bertempat di Gedung Laboratorium Terpadu STIKES Panrita Husada Bulukumba, kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini membawa pesan penting bahwa ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi memerlukan kepedulian, partisipasi, dan kerja sama berkelanjutan dari berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran unsur RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, pengurus PMI Kabupaten Bulukumba, serta pengurus Yayasan Panrita Husada Bulukumba memperlihatkan pentingnya sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi kemanusiaan, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat.

Maksum: Donor Darah Adalah Aksi Nyata Menyelamatkan Sesama

Maksum, Humas RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba sekaligus pengurus PMI Kabupaten Bulukumba, menyampaikan apresiasi kepada Unit Sosial Kesehatan Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Gantarang yang secara konsisten memprogramkan kegiatan donor darah secara rutin.

Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang memiliki manfaat besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Unit Sosial Kesehatan Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Gantarang yang terus melaksanakan kegiatan donor darah secara rutin. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan aksi nyata kemanusiaan untuk membantu sesama,” ungkap Maksum.

Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai instansi, lembaga, organisasi, dan komunitas lainnya guna mendukung ketersediaan stok darah di Kabupaten Bulukumba.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pemenuhan kebutuhan darah tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan.

Nadia Alfira: Menumbuhkan Kepedulian dan Mempererat Silaturahmi

Dari sisi penyelenggara, Nadia Alfira dari Unit Sosial Kesehatan Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Gantarang menjelaskan bahwa kegiatan donor darah telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan rumah sakit, PMI Bulukumba, dan STIKES Panrita Husada Bulukumba.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu menjaga ketersediaan stok darah, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial, membangun semangat berbagi, serta mempererat ukhuwah dan silaturahmi antarlembaga maupun masyarakat.

Donor darah juga menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi orang lain.

Melalui kegiatan ini, semangat kemanusiaan diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan, bukan sekadar gerakan sesaat.

Kampus Menjadi Ruang Tumbuhnya Generasi Peduli Kemanusiaan

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan H. Saharuddin Saing, S.E., M.M., M.Kes., selaku pengurus Yayasan Panrita Husada Bulukumba.

Ia mengapresiasi pemanfaatan lingkungan kampus STIKES Panrita Husada Bulukumba sebagai lokasi pelaksanaan donor darah. Pihak yayasan menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan melalui penyediaan fasilitas kampus agar aksi kemanusiaan dapat terlaksana dengan baik.

Pemilihan kampus sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis untuk memperluas jangkauan calon pendonor, khususnya dari kalangan mahasiswa dan generasi muda.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi donor darah di lingkungan pendidikan juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab sosial kepada generasi penerus.

Kampus dengan demikian tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter dan menghidupkan nilai kemanusiaan melalui tindakan nyata.

Kolaborasi Berkelanjutan demi Ketersediaan Darah

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap aksi donor darah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak organisasi, komunitas, institusi pendidikan, dan masyarakat luas.

Sinergi antara RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, PMI Kabupaten Bulukumba, Wahdah Islamiyah, dan STIKES Panrita Husada menjadi contoh pentingnya gotong royong dalam mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan.

Ketersediaan darah merupakan salah satu kebutuhan penting dalam pelayanan medis. Karena itu, kesadaran untuk mendonorkan darah secara sukarela dan sesuai persyaratan kesehatan perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.

Setetes darah mungkin terlihat sederhana bagi pendonornya, tetapi dapat menjadi harapan besar bagi pasien yang membutuhkan.

Dari Bulukumba, kolaborasi ini mengirimkan pesan bahwa kepedulian tidak mengenal batas lembaga, profesi, maupun generasi. Ketika semua pihak bergerak bersama, aksi sederhana dapat menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan sesama.

RSUD H. ANDI SULTHAN DG. RADJA BULUKUMBA

Bersinergi dalam Kemanusiaan, Bergerak untuk Keselamatan dan Harapan Sesama.

BINTANG BAYANGKARA INDONESIA

Berita Aktual, Berimbang, dan Bertanggung Jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *