
AIRMADIDI, Binkari – Ketika malam menurunkan tirainya dan lampu-lampu rumah mulai meredup, ada sekelompok orang yang memilih tetap terjaga. Mereka bukan pencari pujian, bukan pula pemburu sorotan. Mereka adalah warga yang memahami satu hal sederhana namun sangat berharga: keamanan lahir dari kepedulian.
Senin malam, 15 Juni 2026, denyut kewaspadaan itu kembali bergaung di Kecamatan Airmadidi. Melalui kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), masyarakat bersama pemerintah dan aparat bersatu menjaga kampung halaman dari ancaman yang datang diam-diam bersama gelap.
Camat Airmadidi, Olvien Pandean, S.Sos, menegaskan bahwa Siskamling bukan sekadar rutinitas ronda malam. Lebih dari itu, ia merupakan simbol hidupnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi benteng utama keamanan masyarakat.
“Ketika masyarakat masih mau menjaga satu sama lain, maka Airmadidi memiliki kekuatan yang tidak bisa dibeli dengan apa pun. Siskamling adalah mata rakyat yang terus terbuka saat kota terlelap,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Lurah dan Hukum Tua, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, Linmas, serta masyarakat di Kelurahan Sukur, Sarongsong I, Sarongsong II, Airmadidi Atas, Rap-Rap, Airmadidi Bawah, Desa Sawangan, Tanggari, dan Sampiri.
Di tengah zaman yang semakin sibuk dan individualistis, semangat kebersamaan yang terlihat malam itu menjadi pemandangan yang menyejukkan sekaligus menggetarkan hati. Pos-pos ronda yang menyala menjadi lambang bahwa kepedulian belum mati. Bahwa masih ada warga yang rela mengorbankan waktu istirahat demi menjaga ketenangan sesama.
Tidak ada gangguan keamanan yang terjadi. Situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Namun ketenangan itu bukanlah hadiah yang datang dengan sendirinya. Ia lahir dari kerja bersama, dari mata yang tetap awas, dan dari hati yang tidak pernah abai terhadap lingkungan sekitar.
Malam itu, Airmadidi mengajarkan sebuah pelajaran penting: ancaman terbesar bukanlah gelap yang menyelimuti jalanan, melainkan ketika masyarakat berhenti peduli satu sama lain. Selama cahaya kebersamaan masih menyala di pos-pos ronda, selama tangan-tangan warga masih bergandengan menjaga lingkungan, maka Airmadidi akan tetap berdiri kokoh menghadapi apa pun yang mengintai di balik malam.
Karena sesungguhnya, keamanan bukan dibangun oleh tembok yang tinggi, melainkan oleh hati rakyat yang memilih tetap terjaga ketika yang lain tertidur.
Asril

