
SANGIHE, Sulawesi Utara, Binkari – Di tengah sorotan publik yang kian tajam terhadap kinerja wakil rakyat, sosok anggota DPRD “bintang 5” atau anggota DPR 5 periode ini menjadi harapan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Ia bukan sekadar hadir untuk menggugurkan kewajiban, melainkan berdiri di garis depan menyuarakan, mengkritisi, dan bertindak demi rakyat Sangihe.
Integritas menjadi fondasi yang tak bisa ditawar. Di saat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif kerap tergerus oleh kasus demi kasus, figur Risald Paulus Makagansa justru tampil bersih dan konsisten.
Tidak bermain dua kaki, tidak pula memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Sikapnya tegas, jabatan adalah amanah, bukan peluang.
Namun integritas saja tidak cukup. Ia juga vokal dan ini yang seringkali membuatnya berbeda. Dalam setiap forum, baik rapat resmi maupun pertemuan dengan masyarakat, suaranya terdengar jelas.
Ia tidak bersembunyi di balik kalimat normatif. Kritik disampaikan lugas, bahkan ketika itu berpotensi menyinggung pihak-pihak tertentu.
Bagi Risald Paulus Makagansa atau RPM, diam adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat rakyat. Keberanian menjadi pelengkap yang menyempurnakan.
Tidak semua orang nyaman berada di posisi berseberangan, apalagi jika berhadapan dengan kekuasaan atau kepentingan besar. Tapi anggota DPRD “bintang 5” ini justru menunjukkan bahwa keberanian adalah harga mati.
Ia tidak ragu mengungkap fakta, membuka persoalan, dan mendorong transparansi, meski risikonya tidak kecil.
Kehadirannya menjadi penanda bahwa politik tidak selalu identik dengan kompromi yang melemahkan. Masih ada ruang bagi mereka yang ingin bekerja dengan prinsip, berbicara dengan jujur, dan bertindak dengan keberanian.
Di tengah dinamika politik yang seringkali penuh intrik, sosok Paul Makagansa sapaan akrab, bukan hanya dibutuhkan tetapi rakyat menginginkan beliau tetap berada di gedung legislatif Sangihe.
Karena pada akhirnya, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh sistem, melainkan oleh keberanian individu-individu seperti Embo Paul di dalamnya untuk tetap tegak, sekalipun angin politik berhembus kencang, rakyat selalu setia di sampingnya.
Asril

