BULUKUMBA, Binkari – 19 OKTOBER 2026, Keselamatan di rumah sakit bukan sekadar memenuhi standar, melainkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu. Semangat inilah yang menjadi fokus kunjungan akademik 53 mahasiswa Program Studi S-1 Administrasi Institut Teknologi dan Kesehatan (ITK) Tri Tunas Nasional Makassar di RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, Senin (19/10/2026).
Bertempat di Aula Lantai II RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), termasuk pengelolaan risiko serta pentingnya sistem keselamatan dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan.
Kedatangan rombongan mahasiswa bersama dosen pendamping disambut Wakil Bupati Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ITK Tri Tunas Nasional Makassar yang memilih RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja sebagai tempat belajar dan memperoleh pengalaman nyata di lingkungan pelayanan kesehatan.
Ia menekankan bahwa mahasiswa bidang kesehatan, administrasi, dan teknologi merupakan bagian penting dari pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Karena itu, sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dinilai memiliki peran strategis dalam mempertemukan teori akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.
K3RS: Bukan Sekadar Prosedur, tetapi Perlindungan bagi Semua
Dosen pendamping, Irwan, SKM., M.Adm.Kes., menjelaskan bahwa pemilihan RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba didasarkan pada peran rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit tipe B, fasilitas rujukan kesehatan di wilayah selatan Sulawesi Selatan, serta rumah sakit pendidikan satelit.
Menurutnya, kunjungan ini relevan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa, terutama dalam memahami implementasi K3RS, tata kelola administrasi pelayanan, serta perkembangan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam sistem pelayanan kesehatan modern.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kunjungan akademik semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi kerja sama berkelanjutan melalui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS), khususnya untuk mendukung kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) mahasiswa pada masa mendatang.
Dalam sesi pemaparan, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sistem manajemen K3RS, mulai dari dasar hukum dan standar keselamatan kerja hingga identifikasi serta pengendalian risiko di lingkungan rumah sakit.
Penerapan K3RS menjadi aspek krusial karena rumah sakit memiliki beragam potensi bahaya, antara lain biologis, kimia, fisik, ergonomi, dan psikososial. Risiko tersebut perlu dikelola secara sistematis demi melindungi tenaga kesehatan, pasien, keluarga pasien, pengunjung, serta lingkungan rumah sakit.
Melalui peran Tim K3RS, pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja diharapkan berjalan terstruktur serta terintegrasi dengan sistem manajemen dan standar akreditasi rumah sakit.
Dari Ruang Kuliah Menuju Praktik Nyata
Kunjungan ini sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya integrasi antara keselamatan kerja, pemanfaatan teknologi informasi, dan tata kelola administrasi dalam menunjang pelayanan kesehatan.
Penggunaan Rekam Medis Elektronik menjadi salah satu aspek pembelajaran yang relevan dengan transformasi digital sektor kesehatan. Sementara itu, pemahaman terhadap K3RS memberikan bekal bagi mahasiswa untuk mengenali risiko kerja dan memahami pentingnya budaya keselamatan dalam organisasi pelayanan kesehatan.
Bagi dunia pendidikan, pengalaman lapangan seperti ini menjadi kesempatan untuk menguji relevansi teori dengan praktik. Bagi rumah sakit, kolaborasi akademik dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus mendukung pengembangan calon tenaga profesional yang memahami tuntutan pelayanan kesehatan secara komprehensif.
Membangun Kolaborasi untuk Pelayanan yang Lebih Bermutu
RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan medis, tetapi juga berperan dalam mendukung pendidikan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Kunjungan 53 mahasiswa ITK Tri Tunas Nasional Makassar diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan antara institusi pendidikan dan rumah sakit.
Pada akhirnya, penguatan K3RS, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi informasi merupakan bagian dari upaya membangun pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan bermutu.
Sebab, rumah sakit yang berkualitas bukan hanya dituntut mampu memberikan pelayanan, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses pelayanan berlangsung dengan mengutamakan keselamatan pasien dan seluruh pihak yang berada di dalamnya.
Abdul Rauf Bulukumba Sulselbar

