NUSA UTARA, Binkari – Gelombang keresahan warga Nusa Utara kembali mengarah ke Pelabuhan Manado. Kali ini, suara protes datang dari Ivon Bawotong, warga Tagulandang, yang menyoroti pemberlakuan aturan di lingkungan pelabuhan yang dinilainya menyulitkan masyarakat kepulauan, termasuk warga Maluku dan daerah sekitarnya.
Bagi masyarakat kepulauan, pelabuhan bukan sekadar tempat kapal bersandar. Di sanalah denyut kehidupan bergerak, kebutuhan pokok dipertukarkan, roda ekonomi berputar, dan harapan masyarakat pulau-pulau kecil terhubung dengan pusat perdagangan serta pelayanan publik.
Karena itu, ketika kebijakan pelabuhan dinilai memberatkan masyarakat, pertanyaan besar pun muncul, apakah aturan tersebut benar-benar mempermudah pelayanan, atau justru menambah beban bagi warga yang selama ini bergantung pada transportasi laut?
Ivon Bawotong secara terbuka menyampaikan protes terhadap kebijakan yang menurutnya menyusahkan masyarakat Nusa Utara, Maluku, dan wilayah sekitarnya.
Ia bahkan mendesak agar Kepala Pelindo Manado dicopot dari jabatannya. Desakan tersebut menjadi bentuk kekecewaan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak pengelola pelabuhan maupun pemangku kebijakan terkait.
Menurut sikap yang disampaikannya, persoalan ini bukan semata-mata tentang aturan administratif. Lebih dari itu, persoalannya menyangkut kemudahan pelayanan, kepentingan masyarakat kepulauan, serta tanggung jawab pengelola pelabuhan dalam memastikan kebijakan tidak menimbulkan beban yang tidak semestinya bagi pengguna jasa.
Namun, substansi aturan yang dipersoalkan, alasan pemberlakuannya, serta dampak konkret yang dirasakan warga masih perlu dijelaskan secara terbuka agar persoalan ini dapat dinilai berdasarkan fakta.
Ketidakpuasan tersebut tidak berhenti pada pernyataan protes. Ivon Bawotong menyatakan kesiapannya untuk ikut dalam aksi demonstrasi dan mengerahkan massa dari Tagulandang sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa persoalan kebijakan Pelindo Manado berpotensi berkembang menjadi gerakan protes yang lebih luas apabila tidak direspons melalui komunikasi dan penjelasan yang memadai.
Bagi warga kepulauan, kebijakan yang berkaitan dengan pelabuhan memiliki dampak langsung terhadap mobilitas orang dan barang. Karena itu, transparansi aturan, kejelasan mekanisme pelayanan, serta ruang dialog bagi masyarakat menjadi hal penting untuk mencegah kesalahpahaman dan memperbesar ketegangan.
Aspirasi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, tuntutan tersebut juga perlu disertai penjelasan konkret mengenai aturan yang dipersoalkan agar pihak terkait dapat memberikan jawaban yang tepat.
Sorotan terhadap Pelindo Manado kini menyisakan sejumlah pertanyaan yang patut dijawab secara terbuka.
Apa dasar pemberlakuan aturan yang diprotes warga? Siapa saja yang terdampak? Apakah kebijakan tersebut telah mempertimbangkan karakteristik masyarakat kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut? Dan langkah apa yang disiapkan pihak pengelola untuk menampung serta menindaklanjuti keluhan pengguna jasa?
Pertanyaan-pertanyaan itu penting dijawab agar polemik tidak berkembang hanya melalui saling tuding, melainkan menghasilkan kejelasan bagi masyarakat.
Pihak Pelindo Manado perlu diberikan ruang untuk menjelaskan dasar kebijakan, tujuan penerapan aturan, serta tanggapan atas tuntutan yang disampaikan Ivon Bawotong.
Pada akhirnya, pelabuhan merupakan fasilitas strategis yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat kepulauan. Pengelolaannya harus berjalan sesuai ketentuan, tetapi pelayanan kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.
Jangan sampai aturan yang seharusnya menata pelayanan justru dipersepsikan sebagai tembok yang menjauhkan masyarakat dari hak mereka untuk memperoleh layanan yang jelas dan adil.
Kini, masyarakat menantikan jawaban. Sebab, di balik setiap kapal yang meninggalkan dermaga, ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, ada roda ekonomi yang harus terus berputar, dan ada kehidupan warga kepulauan yang tidak boleh diabaikan.
Tim

