‎

MUBES I DEBALANG NEGERI JAMBI PANASKAN KONSOLIDASI: H. RAMLI THAHA TERPILIH AKLAMASI, MARWAH ADAT JADI TARUHAN.

Share

JAMBI, BINKARI — Musyawarah Besar (MUBES) I Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi menjadi momentum penting bagi arah organisasi empat tahun ke depan. Forum tertinggi organisasi yang digelar pada 28–29 Agustus 2026 di Gedung Graha Ramli Thaha, Olak Kemang, Kota Jambi, tersebut berujung pada penetapan H. Ramli Thaha, SH, MH sebagai Ketua Umum periode 2026–2030.

MUBES yang mengusung tema “Debalang Negeri Kuat, Marwah Adat dan Negeri Terjaga” tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penentu arah konsolidasi organisasi dalam menjaga eksistensi adat dan kebudayaan Melayu Jambi.

Peserta MUBES berasal dari unsur pengurus tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta badan organisasi yang telah memenuhi ketentuan. Sebelum memasuki agenda persidangan, proses verifikasi mandat dan pengesahan kuorum dilakukan sebagai bagian dari mekanisme organisasi.

Dukungan terhadap pelaksanaan MUBES juga datang dari sejumlah tokoh dan pengurus adat. Hadir Ketua Adat LAM HBA, Ketua Debalang Negeri Batang Hari Raden Sulaiman, Sekretaris Debalang Negeri Batang Hari Darwin Iriyanto, serta Jainudin alias Joker, Panglimo Mudo Debalang Negeri Batang Hari, bersama sejumlah anggota lainnya.

Titik penting MUBES terjadi pada Sidang Pleno IV, ketika peserta memasuki agenda pemilihan Ketua Umum Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi periode 2026–2030.

Hasilnya, H. Ramli Thaha, SH, MH, yang menyandang gelar Depati Penawar Rajo Berjanggut Merah Bertongkat Emas, ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum.

Dalam proses tersebut tercatat 9 pemilik suara sah mengikuti agenda penetapan Ketua Umum.

Penetapan secara aklamasi itu sekaligus menandai berakhirnya proses pergantian kepemimpinan dan dimulainya periode baru organisasi untuk masa bakti 2026–2030.

Namun, terpilihnya ketua umum bukanlah garis akhir. Justru setelah MUBES ditutup, tantangan organisasi dinilai semakin besar: bagaimana memastikan keputusan forum tidak berhenti sebatas dokumen, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Kepengurusan baru menghadapi sejumlah pekerjaan penting, mulai dari memperkuat konsolidasi internal, memperkokoh kelembagaan, menyempurnakan perangkat organisasi, hingga menjalankan program kerja dan rekomendasi yang telah diputuskan dalam MUBES.

Lebih dari itu, Debalang Negeri dituntut mampu menjaga marwah adat Melayu Jambi di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman.

Tema yang diangkat dalam MUBES menjadi pesan sekaligus tantangan. Organisasi yang kuat bukan hanya terlihat dari struktur kepengurusan, tetapi dari kemampuan menjaga persatuan, menjalankan keputusan organisasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pelestarian adat.

MUBES I juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis menyangkut AD/ART, Peraturan Organisasi, program kerja, rekomendasi bidang adat dan kebudayaan, serta pembentukan tim formatur.

Dengan ditetapkannya H. Ramli Thaha sebagai Ketua Umum periode 2026–2030, Debalang Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah kini memasuki babak baru.

Empat tahun ke depan akan menjadi ujian kepemimpinan: apakah konsolidasi mampu diperkuat, marwah adat benar-benar dijaga, dan organisasi mampu hadir lebih nyata di tengah masyarakat.

MUBES telah selesai. Keputusan telah diketuk. Kini, kerja kepengurusan baru yang akan berbicara.

 

(Hermanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *