
TAHUNA, Binkari – Laut bukan sekadar hamparan air bagi masyarakat Kepulauan Sangihe. Ia adalah jalan kehidupan, nadi ekonomi, sekaligus pintu yang menghubungkan pulau-pulau di beranda terdepan Indonesia. Kini, di tepian laut itu, harapan baru sedang dipancang melalui proyek rekonstruksi dan pembongkaran ulang (replacement) Pelabuhan Nusantara Tahuna.
Pembangunan infrastruktur strategis tersebut terus bergulir dengan nilai anggaran mencapai Rp89.715.298.000, yang sepenuhnya bersumber dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Koordinator SMRT Kelas ll Tahuna Meifrid Panelewen,ST, SH, SE, MAP, M.Ag, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur transportasi laut di wilayah perbatasan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat maupun aktivitas logistik.
Pekerjaan berskala besar itu meliputi pembangunan kembali struktur utama dermaga, penggantian dan renovasi bantalan karet (fender), serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang menjadi bagian penting dari operasional pelabuhan.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada akhir tahun 2026, sehingga Pelabuhan Nusantara Tahuna dapat beroperasi dengan kapasitas dan standar keselamatan yang lebih baik.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Perhubungan menunjuk PT Pilar Dasar Membangun (PDM) sebagai kontraktor utama, yang bekerja sama dengan PT Mitra Reka Nusa (MRK) sebagai konsultan pengawas independen. Sinergi kedua perusahaan tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Berdasarkan pantauan media di lokasi pada Minggu, 5 Juli 2026, aktivitas pembangunan berlangsung intensif. Alat berat dan para pekerja tampak bekerja secara sistematis di berbagai titik proyek, sementara pengawasan teknis dilakukan secara berkelanjutan.
Pihak pelaksana juga memastikan setiap tahapan pekerjaan mengacu pada target operasional proyek dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat, demi menjamin keamanan para pekerja sekaligus mutu hasil pembangunan.
Lebih dari sekadar proyek fisik, rekonstruksi Pelabuhan Nusantara Tahuna menjadi simbol hadirnya negara di wilayah perbatasan. Ketika dermaga diperkuat, sesungguhnya denyut perekonomian sedang dipersiapkan untuk tumbuh lebih kokoh. Sebab, di ujung utara Sulawesi, pelabuhan bukan hanya tempat kapal bersandar, tetapi juga gerbang harapan yang menghubungkan masyarakat Sangihe dengan masa depan yang lebih maju.
Asril

