
ACEH TENGGARA, BINKARI – Masyarakat Aceh Tenggara menyoroti pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Mereka menuntut agar program tersebut tepat sasaran, dikerjakan langsung oleh kelompok tani, dan diawasi serius oleh tim teknis BWS Sumatera I.
Kelompok Tani Harus Terlibat Langsung, Masyarakat berharap kelompok tani tidak hanya menjadi pelengkap administrasi, tetapi terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan hasil pembangunan.
“Kami menuntut agar proyek P3-TGAI benar-benar tepat sasaran. Ketua dan anggota kelompok tani harus mengerjakan langsung, bukan hanya dijadikan nama di atas kertas.”
Pola swakelola diharapkan dijalankan sesuai semangat pemberdayaan masyarakat.
BWS Sumatera I Diminta Aktif Mengawasi,Warga meminta tim teknis BWS Sumatera I turun langsung ke lapangan sejak perencanaan hingga pekerjaan selesai.
“Jangan hanya menerima laporan di atas meja. Pastikan pekerjaan sesuai prosedur, spesifikasi, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.”
Menurut warga, kualitas pekerjaan hanya dapat dibuktikan melalui pemeriksaan langsung di lapangan.
Lima Tuntutan Masyarakat adalah Kelompok tani menjadi pelaksana utama, tim teknis BWS Sumatera I aktif mendampingi, pengawasan dilakukan langsung di lapangan, pekerjaan sesuai prosedur dan spesifikasi teknis, program memberi manfaat nyata bagi petani.
Aspirasi Rakyat Harus Ditindaklanjuti, Media Bintang Bhayangkara Indonesia (BINKARI) Kaperwil Aceh menilai aspirasi tersebut merupakan bagian dari kontrol publik terhadap penggunaan anggaran negara.
P3-TGAI harus memberi manfaat langsung bagi petani melalui transparansi, keterlibatan masyarakat, dan pengawasan lapangan.
Masyarakat Aceh Tenggara kini menunggu kehadiran nyata pengawasan, bukan sekadar laporan administratif.
Reporter: Sulmi Rahman
Kaperwil Aceh, Media Bintang Bhayangkara Indonesia (BINKARI)

