
SANGIHE, BINKARI — Usia boleh menua, tetapi nilai-nilai kehidupan tak lekang dimakan waktu. Bagi Ko Ance Seliang, pengusaha sukses sekaligus kontraktor ternama di Kabupaten Kepulauan Sangihe, kesuksesan bukan semata-mata tentang harta, nama besar, atau pencapaian usaha.
Ada prinsip sederhana yang terus dipegangnya, hidup bersahaja dan jangan menyusahkan orang lain.
Pesan itu disampaikannya saat ditemui di kediamannya di Manente, Senin (12/10/2026), bertepatan dengan usianya yang genap 69 tahun.
Di balik perjalanan panjangnya sebagai pengusaha, tersimpan kisah tentang perjuangan, ketekunan, dan kesabaran. Jalan menuju keberhasilan tidak selalu terbentang mulus. Ada masa ketika tenaga harus dikuras, pikiran diuji, dan tanggung jawab keluarga menuntut pengorbanan yang tidak sedikit.
Namun, bagi Ko Ance, kehidupan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan bagaimana ia tetap berpijak di bumi ketika keberhasilan telah diraih.
“Kuncinya hidup sederhana, jangan menyusahkan orang lain,” demikian prinsip yang dipegang Ko Ance dalam menjalani kehidupan.
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna mendalam. Sebab, tidak semua orang yang berhasil mampu mempertahankan kesederhanaan. Tidak semua orang yang memiliki kemampuan ekonomi memahami bahwa kehormatan juga lahir dari sikap tidak membebani sesama.
Di balik Kesuksesan, ada perjuangan seorang ayah, kata ko Adi, anak ko Ance.
Perjalanan hidup Ko Ance juga menjadi saksi perjuangan seorang ayah dalam membesarkan anak-anaknya.
Putranya, Adi atau yang akrab disapa Ko Adi, membenarkan bahwa sang ayah telah melewati perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Dengan kesabaran dan keuletan, Ko Ance bekerja keras demi membesarkan anak-anaknya dan menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Ada perjuangan yang mungkin tidak selalu terlihat oleh dunia luar. Ada lelah yang tak selalu diceritakan, ada pengorbanan yang tak selalu diperhitungkan, dan ada tanggung jawab yang harus dituntaskan meskipun keadaan tidak selalu mudah.
Bagi seorang anak, keberhasilan orang tua bukan sekadar apa yang berhasil dikumpulkan, melainkan juga nilai kehidupan yang diwariskan melalui tindakan sehari-hari.
Dari perjuangan itulah, kesabaran dan keuletan menjadi pelajaran yang tidak tertulis di atas kertas, tetapi membekas dalam perjalanan keluarga.
Asril

