
BULUKUMBA, Binkari — Asa masyarakat Desa Tugondeng, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, untuk memiliki akses penghubung yang lebih baik mulai menemukan titik terang. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V di Sungai Lahatun, Dusun Lassanru, terus dikebut dan hingga Minggu, 16 Agustus 2026, telah mencapai progres 15,75 persen.
Jembatan beton dengan panjang 18 meter dan lebar 4 meter tersebut merupakan bagian dari program pembangunan Jembatan Perintis Garuda Kodim 1411/Bulukumba. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
Pembangunan resmi dimulai pada 22 Juli 2026, dengan lokasi jembatan melintasi Sungai Lahatun yang memiliki lebar sekitar 10 meter. Dalam kondisi normal, kedalaman air sungai mencapai sekitar 75 sentimeter, sementara jarak dari permukaan air menuju tebing atau badan jalan sekitar 5 meter.
Secara teknis, jembatan dirancang memiliki ketinggian sekitar 3 meter dengan tinggi bantalan tepi jauh sekitar 1,8 meter. Infrastruktur tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan akses yang lebih aman dan mudah bagi masyarakat di wilayah sekitar.
2.163 Jiwa Menanti Manfaat Jembatan
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V bukan sekadar pembangunan fisik. Di balik konstruksi tersebut terdapat kebutuhan masyarakat yang cukup besar.
Sedikitnya 2.163 jiwa atau 805 kepala keluarga (KK) tercatat sebagai penerima manfaat pembangunan jembatan tersebut.
Dengan adanya jembatan permanen, masyarakat diharapkan memperoleh konektivitas yang lebih baik untuk menunjang mobilitas sehari-hari, aktivitas perekonomian, pendidikan, hingga berbagai kebutuhan sosial lainnya.
Sejumlah Pekerjaan Konstruksi Terus Dikebut
Berdasarkan perkembangan pekerjaan hingga 16 Agustus 2026, sejumlah tahapan konstruksi telah menunjukkan capaian cukup signifikan.
Pembersihan lahan telah mencapai 90 persen, dropping material 40 persen, galian tanah 100 persen, pekerjaan pondasi 90 persen, dan pekerjaan caveerdam mencapai 85 persen.
Sementara itu, pekerjaan pondasi beton sumur berdiameter 50 sentimeter telah mencapai 50 persen, sedangkan pekerjaan lantai kerja bawah pondasi mencapai 90 persen.
Tahapan pekerjaan berikutnya meliputi pembangunan pondasi abutment beton K-350, pemasangan girder utama H-Beam 300, balok diafragma, pemasangan baut angkur, wiremesh, lantai beton jembatan, railing, pengecatan hingga pembersihan akhir.
TNI dan Masyarakat Bersatu dalam Gotong Royong
Pembangunan jembatan ini juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Kodim 1411/Bulukumba mengerahkan 4 personel, sementara Yonif Teritorial melibatkan 10 personel, serta didukung 10 orang masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.
Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak hanya berbicara tentang beton, pondasi dan konstruksi, tetapi juga tentang kebersamaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Jembatan Perintis Garuda Tahap V di Sungai Lahatun kini perlahan mulai menunjukkan bentuknya. Dengan progres yang terus bergerak, masyarakat berharap pembangunan dapat rampung sesuai target dan segera dimanfaatkan.
Bila kelak berdiri kokoh, jembatan sepanjang 18 meter itu bukan hanya menjadi penghubung dua sisi sungai, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat menuju akses transportasi, aktivitas ekonomi dan kehidupan yang lebih mudah.
(PENDIM 1411/BLK)
Kasman

