
JAYAPURA, Binkari — Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menilai pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkai dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua merupakan momentum strategis. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong peran pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Fakhiri saat membuka rangkaian acara Rakerda, Diklatda, dan Forbisda HIPMI Papua di Hotel Horison Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, pada Senin (4/5/2026).
Menurut Fakhiri, pembangunan ekonomi Papua saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas kewirausahaan lokal, rendahnya daya saing UMKM, hingga ketergantungan pada sektor ekonomi tertentu. Namun demikian, ia menegaskan bahwa Papua memiliki peluang besar yang dapat dimanfaatkan, seperti kekayaan sumber daya alam, infrastruktur yang terus berkembang, serta dukungan kebijakan pemerintah.
“Di sinilah peran HIPMI menjadi sangat penting sebagai jembatan antara dunia usaha dan kebijakan publik, sekaligus sebagai wadah lahirnya pengusaha muda yang inovatif dan adaptif,” ujar Fakhiri.
Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan daerah “Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni”. Dalam konteks ini, HIPMI dinilai sebagai mitra strategis untuk mencetak generasi wirausaha yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga memiliki integritas, jiwa nasionalisme, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Gubernur juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan terpadu ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas jaringan usaha, serta membuka akses permodalan dan investasi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kaderisasi di tubuh HIPMI Papua, termasuk mendorong peran perempuan dalam kepemimpinan organisasi, berkaca pada KADIN Papua yang kini sukses dipimpin oleh perempuan. “Kalau KADIN Papua bisa dipimpin perempuan, maka HIPMI juga harus mampu menyiapkan kader perempuan dalam tiga tahun ke depan,” tegasnya.
HIPMI sebagai Kawah Candradimuka Pengusaha Muda
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Jay Singgih, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua atas dukungan penuhnya terhadap pengembangan pengusaha muda di wilayah tersebut.
Menurutnya, HIPMI merupakan “kawah candradimuka” bagi pengusaha muda untuk ditempa menghadapi dinamika dunia usaha. Tujuannya adalah melahirkan pengusaha tangguh yang mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.
Ia menjelaskan bahwa HIPMI, yang berdiri sejak 1972 dalam momentum Konferensi KADIN ASEAN, memiliki semangat untuk membangun kemandirian dan kolaborasi pengusaha muda. “Saat ini kita melihat Asia Tenggara menjadi salah satu pusat ekonomi dunia. Ini menunjukkan bahwa semangat awal HIPMI mulai terwujud,” ujarnya.
Melalui program seperti Diklatda hingga Diklatnas yang bekerja sama dengan Lemhannas RI, HIPMI terus berupaya mencetak kader pengusaha yang berwawasan kebangsaan tinggi.
Rakerda Diharapkan Hasilkan Program Nyata
Di tempat yang sama, Ketua Umum BPD HIPMI Papua, Supriadi Laling, menegaskan bahwa Rakerda ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menargetkan forum ini dapat menghasilkan program kerja konkret yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua.
“Kami ingin HIPMI Papua bisa naik kelas seperti daerah lain, sehingga pengusaha Papua dapat berkontribusi lebih besar, terutama di tengah kondisi fiskal yang menantang saat ini,” ungkap Supriadi.
Ia juga menegaskan bahwa HIPMI tidak sekadar membawa proposal bantuan atas nama organisasi, melainkan berupaya mendorong kolaborasi usaha yang produktif dan berkelanjutan dengan pemerintah. Kepengurusan HIPMI Papua yang baru dilantik dua bulan lalu ini langsung bergerak cepat menggelar rangkaian Rakerda sebagai wujud komitmen memperkuat kapasitas anggotanya.
Sinergi untuk Ekonomi Papua yang Lebih Maju
Ketua Panitia Pelaksana, Burhanuddin, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan Rakerda, Diklatda, dan Forbisda HIPMI Papua ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 4–5 Mei 2026.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua dan HIPMI dapat semakin kuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan wirausaha baru, serta meningkatkan daya saing pengusaha lokal di kancah nasional maupun global. (Sem)

