
Sulawesi Utara, Binkari — Gelombang kritik terhadap jadwal Final Liga 4 Piala Gubernur Sulut 2026 mulai menguat. Komunitas supporter PERSMANIA bersama pecinta sepak bola angkat suara, mendesak penyelenggara segera melakukan revisi jadwal yang dinilai tidak berpihak pada publik.
Sorotan utama tertuju pada keputusan panitia yang menetapkan laga final penentu juara pertama dan kedua digelar pada hari Senin, sementara perebutan tempat ketiga justru dimainkan sehari sebelumnya, Minggu (19/4/2026).
Bagi PERSMANIA, keputusan tersebut bukan sekadar keliru, tetapi berpotensi “mematikan” atmosfer partai puncak.
“Final itu pesta rakyat, bukan sekadar pertandingan. Kalau digelar di hari kerja, siapa yang bisa datang? Ini bukan soal teknis, ini soal keberpihakan,” tegas perwakilan komunitas supporter.
Menurut mereka, hari Senin sebagai hari kerja jelas menjadi hambatan besar bagi supporter yang ingin hadir langsung di stadion. Dampaknya bukan hanya pada jumlah penonton, tetapi juga pada semarak, tekanan atmosfer, hingga nilai emosional dari laga final itu sendiri.
Dalam pernyataan sikapnya, PERSMANIA bersama masyarakat menyampaikan tuntutan tegas sekaligus solusi konkret Laga perebutan tempat ketiga digelar Sabtu, 18 April 2026
Partai final digeser ke Minggu, 19 April 2026
Skema tersebut dinilai jauh lebih ideal dan realistis untuk menjangkau partisipasi publik secara maksimal.
“Sepak bola tanpa supporter itu kosong. Jangan sampai final justru terasa seperti laga biasa karena tribun sepi,” lanjutnya.
Desakan ini sekaligus menjadi peringatan bagi penyelenggara agar tidak mengabaikan suara publik. Dalam ekosistem sepak bola, supporter disebut sebagai elemen vital yang tidak bisa dipinggirkan dalam pengambilan keputusan strategis.
Jika tidak segera direspons, keputusan jadwal ini dikhawatirkan akan meninggalkan catatan negatif terhadap penyelenggaraan kompetisi, bahkan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap manajemen turnamen.
PERSMANIA pun menegaskan, mereka menunggu langkah cepat dan bijak dari panitia.
“Ini bukan sekadar usulan, ini suara publik. Dengarkan, atau siap menerima konsekuensinya,” tutup pernyataan tersebut.
Sunny

