
SARAWAK, Malaysia, Binkari – Puluhan pekerja migran di Ladang Ringwood Pelita Mukah Sdn. Bhd (Sebakong Estate II), Mukah, Sarawak, kini berada dalam situasi penuh ketidakpastian. Meski sudah menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up) selama dua tahun terakhir, izin kerja atau permit mereka tak kunjung diterbitkan oleh pihak perusahaan.
Keterlambatan penerbitan permit kerja bagi para pekerja migran yang sudah memiliki paspor resmi dan telah menjalani prosedur kesehatan dari dua tahun yang lalu.
Ungakapan ini berasal pekerja di Ladang Ringwood Pelita Mukah Sdn. Bhd
Wilayah Mukah, Sarawak, Malaysia.
Masalah ini telah berlarut-larut selama dua tahun terakhir (2024–2026).
Namun Pihak manajemen perusahaan beralasan bahwa kendala utama terletak pada “kuota terbatas” dari pihak berwenang, sehingga permit tidak dapat diproses meskipun pekerja sudah memenuhi syarat medis.
Kondisi ini dianggap tidak logis oleh para pekerja. Secara prosedur, hasil medical check-up biasanya diperlukan sebagai syarat langsung penerbitan permit. Namun, meski sudah dilakukan pemeriksaan medis dari dua tahun lalu itu tetap saja status legalitas kerja mereka tetap menggantung, yang berisiko pada masalah hukum bagi para pekerja di lapangan.
Situasi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pekerja terkait jaminan perlindungan hukum dan hak-hak mereka selama bekerja di Sarawak. (⭐️)

