
SUKABUMI, Binkari – Di tengah zaman ketika gawai lebih sering disentuh daripada lembaran buku dibuka, sebuah gerakan sederhana dari Kelurahan Cikundul justru membuktikan bahwa perubahan besar dapat lahir dari niat tulus dan kepedulian yang nyata.
Namanya Warung Sabtu Berkah, sebuah inovasi yang digulirkan oleh Perpustakaan Kelurahan Cikundul sejak Februari 2022. Program ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan jembatan yang menghubungkan dua kebutuhan dasar manusia: mengisi pikiran dengan ilmu dan mengisi perut dengan makanan.
Dengan mengusung tagline yang menyentuh, “Baca Buku di Perpustakaan Kelurahan Cikundul, Dapatkan Satu Porsi Makan Siang Gratis,” program ini berhasil menghadirkan wajah baru literasi yang lebih membumi, dekat dengan rakyat, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Setiap hari Sabtu, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, perpustakaan yang biasanya sunyi berubah menjadi ruang kehidupan yang penuh semangat. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa datang bukan hanya untuk membaca, tetapi juga untuk merasakan hangatnya kebersamaan yang dibangun dari budaya berbagi dan belajar.
Tak kurang dari 120 orang setiap minggunya menjadi penerima manfaat program ini. Angka yang tidak kecil untuk sebuah gerakan berbasis komunitas. Lebih dari itu, angka tersebut menjadi bukti bahwa minat baca dapat tumbuh ketika masyarakat diajak dengan cara yang kreatif, manusiawi, dan penuh kasih.
Di balik keberhasilan Warung Sabtu Berkah, berdiri para donatur yang dengan ikhlas mengulurkan tangan. Mulai dari keluarga besar Agnia, Pondok Pesantren Baiti Jannati, para ASN, hingga masyarakat dari berbagai lapisan yang berasal dari Kelurahan Cikundul dan berbagai wilayah di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Mereka menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan terus menyala di tengah tantangan zaman.
Warung Sabtu Berkah mengajarkan satu hal penting: bahwa membangun budaya membaca tidak selalu harus melalui gedung megah atau anggaran besar. Kadang-kadang, secarik halaman buku dan sebungkus makan siang mampu menjadi senjata paling ampuh melawan kebodohan, kemiskinan literasi, dan apatisme sosial.
Ketika banyak orang mengeluhkan rendahnya minat baca, Perpustakaan Kelurahan Cikundul memilih bertindak. Ketika sebagian orang menunggu perubahan datang, mereka justru menciptakannya.
Dari sudut kecil Kota Sukabumi, Warung Sabtu Berkah telah menulis pesan yang lantang kepada negeri ini: bahwa ilmu pengetahuan akan selalu menemukan jalannya masuk ke hati masyarakat, ketika disampaikan dengan cinta, ketulusan, dan kepedulian.
Sebab pada akhirnya, bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung tinggi, tetapi oleh masyarakat yang gemar membaca dan saling berbagi.
Edwar

