‎

BUKAN SEKADAR KARNAVAL! 300 INSAN RSUD BULUKUMBA ANGyKAT FILOSOFI ANYORONG LOPI, SATUKAN SEMANGAT BUDAYA DAN PELAYANAN KESEHATAN

Share

BULUKUMBA, Binkari – Jumat 16 Oktober 2026,Semangat gotong royong dan kearifan lokal mewarnai Karnaval Budaya Festival Pinisi XVI Kabupaten Bulukumba. Kali ini, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba tampil membawa pesan bermakna melalui tradisi Anyorong Lopi, sebuah warisan budaya maritim yang merepresentasikan kebersamaan, kekompakan, pengabdian, dan perjuangan mencapai tujuan bersama.

Tidak tanggung-tanggung, sekitar 300 petugas kesehatan dari berbagai unit dan instalasi ikut ambil bagian dalam karnaval tersebut. Dipimpin langsung oleh Direktur RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG, rombongan tampil dengan balutan kostum hitam-hitam, sekaligus memperkenalkan filosofi budaya lokal yang memiliki relevansi kuat dengan dunia pelayanan kesehatan.

ANYORONG LOPI: FILOSOFI GOTONG ROYONG YANG HIDUP DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Tradisi Anyorong Lopi bukan sekadar gambaran masyarakat yang bahu-membahu mendorong perahu menuju laut. Di balik tradisi tersebut, tersimpan pesan mendalam tentang pentingnya persatuan, kerja sama, dan tanggung jawab bersama demi mencapai tujuan yang lebih besar.

Filosofi inilah yang diangkat RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba. Sebab, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak mungkin diwujudkan hanya melalui kerja satu orang atau satu profesi, melainkan membutuhkan sinergi seluruh unsur rumah sakit.

Dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya, hingga petugas pendukung memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan berjalan aman, profesional, bermutu, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Direktur RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG, menyampaikan bahwa keikutsertaan rumah sakit dalam Karnaval Budaya Festival Pinisi XVI merupakan bentuk apresiasi terhadap kekayaan tradisi masyarakat Bulukumba, khususnya budaya Anyorong Lopi.

“Tradisi Anyorong Lopi mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, kekompakan, dan semangat untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai inilah yang kami maknai dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba,” ungkapnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kecakapan individu, tetapi juga pada kemampuan seluruh tenaga rumah sakit untuk bekerja sebagai satu kesatuan.

DARI LAUT MENUJU PELAYANAN: BUDAYA MENJADI INSPIRASI PENGABDIAN

Bulukumba dikenal luas melalui tradisi maritim dan kejayaan pembuatan kapal Pinisi. Dalam konteks itulah, Anyorong Lopi menjadi simbol kearifan lokal yang patut diwariskan kepada generasi mendatang.

Partisipasi RSUD dalam karnaval ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian identitas budaya daerah. Namun, pesan yang dibawa tidak berhenti pada penampilan dan kemeriahan festival.

Ada nilai pengabdian yang ingin ditegaskan: sebagaimana sebuah perahu membutuhkan banyak tangan untuk dapat bergerak menuju laut, pelayanan rumah sakit juga membutuhkan kerja kolektif agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Semangat religius, kebersamaan sosial, dan gotong royong yang melekat dalam tradisi tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan rumah sakit.

FESTIVAL SELESAI, SEMANGAT PENGABDIAN HARUS TERUS MENYALA

Karnaval Budaya Festival Pinisi XVI menjadi ruang pertemuan antara pelestarian tradisi dan pesan pembangunan pelayanan publik. Kehadiran sekitar 300 petugas kesehatan RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba memperlihatkan bagaimana institusi pelayanan kesehatan dapat mengambil bagian dalam merawat kebudayaan sekaligus menyampaikan nilai-nilai positif kepada masyarakat.

Melalui filosofi Anyorong Lopi, RSUD Bulukumba membawa pesan bahwa kebersamaan bukan hanya diperlukan saat mengikuti karnaval, tetapi juga harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pada akhirnya, makna terbesar dari tradisi ini bukan semata-mata bagaimana perahu berhasil didorong ke laut, melainkan bagaimana seluruh orang bergerak bersama menuju tujuan yang sama.

Budaya adalah identitas, gotong royong adalah kekuatan, dan pelayanan kesehatan adalah pengabdian. Melalui semangat Anyorong Lopi, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Bulukumba.

BINTANG BAYANGKARA INDONESIA,  Mengangkat Kearifan Lokal, Mengawal Pengabdian untuk Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *