‎

AKSES JALAN KAMPET–SIMPANG TIGA RUSAK PARAH, WARGA BANYUKE HULU BERTAHUN-TAHUN MENUNGGU PERHATIAN PEMERINTAH.

Share

BANYUKE HULU, LANDAK, KALIMANTAN BARAT, BINKARI — Kondisi akses jalan yang menghubungkan wilayah Desa Kampet hingga Simpang Tiga, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan badan jalan yang ditemukan di sejumlah titik dinilai mengganggu mobilitas warga sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Keluhan masyarakat tersebut mencuat karena ruas jalan itu merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah Banyuke Hulu dengan daerah sekitarnya, termasuk akses menuju Kabupaten Bengkayang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, sejumlah titik jalan mengalami kerusakan berupa lubang dan permukaan aspal yang tidak lagi dalam kondisi baik. Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan berharap segera mendapatkan penanganan dari pemerintah daerah.

Ironisnya, ketika jalan rusak tak kunjung mendapat penanganan, warga memilih turun tangan sendiri. Masyarakat melakukan gotong royong dengan menimbun sejumlah bagian jalan yang rusak sebagai upaya sementara untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan.

Seorang warga Desa Untang yang ditemui awak media mengatakan, kondisi kerusakan di sejumlah titik jalan tersebut telah berlangsung sekitar empat tahun.

“Sudah lama kondisi jalan seperti ini. Warga berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi di lapangan karena jalan ini setiap hari digunakan masyarakat,” ungkap warga tersebut.

Warga juga menyampaikan bahwa beberapa titik jalan yang rusak disebut pernah menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. Namun, informasi mengenai jumlah maupun kronologi kecelakaan tersebut masih memerlukan pendataan dan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Dalam penelusuran di lapangan pada Sabtu (3/10/2026), awak media menemukan sejumlah bagian ruas jalan dari kawasan Simpang Tiga menuju Desa Kampet, Kecamatan Banyuke Hulu, dalam kondisi rusak dan berlubang.

Kerusakan tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor maupun kendaraan yang melintas pada malam hari atau ketika kondisi cuaca kurang mendukung.

Kondisi ini menjadi perhatian karena jalan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga menjadi urat nadi aktivitas masyarakat mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju pusat pelayanan pemerintahan dan ekonomi.

Warga pun mempertanyakan sampai kapan mereka harus bergotong royong menambal jalan yang menjadi akses publik tersebut.

Masyarakat Banyuke Hulu berharap Pemerintah Kabupaten Landak dapat turun langsung melihat kondisi ruas jalan tersebut dan melakukan penanganan sesuai kewenangan serta skala prioritas pembangunan daerah.

Keluhan mengenai infrastruktur tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada pendataan atau janji perbaikan, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah konkret agar akses masyarakat dapat kembali aman dan layak digunakan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Landak maupun instansi teknis terkait mengenai status kewenangan ruas jalan tersebut, rencana perbaikan, maupun alokasi anggaran untuk penanganannya.

Redaksi membuka ruang bagi Pemerintah Kabupaten Landak dan instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi serta rencana penanganan jalan tersebut.

Sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan dan etika jurnalistik, redaksi memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada pihak-pihak yang disebut atau merasa dirugikan oleh pemberitaan ini.

Hak jawab merupakan hak pihak yang dirugikan oleh pemberitaan untuk memberikan tanggapan atau sanggahan, sedangkan hak koreksi merupakan hak untuk membetulkan informasi yang keliru.

 

Sumber: Masyarakat / Investigasi Lapangan

Tim/Red: Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *