‎

SAMPAH SISA MAKANAN DAN PLASTIK MENUMPUK DI BELAKANG DAPUR MBG GARANTA, WARGA KELUHKAN BAU MENYENGAT, MEDIA BINTANG BAYANGKARA INDONESIA AKAN LAPOR KE BGN PUSAT

Share

BULUKUMBA, SULSEL, BINKARI – Minggu 20 September 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya tidak hanya berbicara mengenai makanan bergizi yang sampai kepada penerima manfaat. Kebersihan dapur, keamanan pangan, sanitasi, serta pengelolaan sisa makanan dan sampah juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Namun, temuan di sekitar dapur MBG yang berada di Dusun Tanrutedong, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, memunculkan keluhan dari warga sekitar.

Pantauan di lokasi menemukan adanya tumpukan sisa makanan dan sampah plastik di bagian belakang dapur MBG, yang berada berdekatan dengan permukiman warga.

Kondisi tersebut dikeluhkan karena menimbulkan bau yang menurut warga semakin menyengat ketika tumpukan sisa makanan terkena hujan.

“Kalau hujan, baunya sangat menyengat. Sisa makanan dan sampah bercampur dan ditumpuk begitu saja. Kami yang tinggal di sekitar sini akhirnya ikut merasakan baunya,” keluh seorang warga.

BUKAN SEKADAR SOAL SAMPAH, TAPI SOAL KENYAMANAN WARGA

Persoalan yang dipertanyakan bukan semata-mata keberadaan sampah, tetapi bagaimana sampah yang berasal dari aktivitas dapur MBG tersebut dikelola setelah makanan diproduksi dan didistribusikan.

Warga mempertanyakan apakah terdapat sistem pemilahan, tempat penyimpanan sementara, serta jadwal pengangkutan sampah yang jelas sehingga sisa makanan tidak menumpuk dan menimbulkan bau.

Lebih jauh, berdasarkan keterangan seorang security di lokasi, sampah tersebut disebut kadang dibakar ketika sudah terlalu banyak menumpuk.

Security tersebut juga menyebut sebagian sisa makanan kadang diberikan kepada pihak tertentu untuk pakan ternak, termasuk sapi.

Keterangan tersebut merupakan informasi lapangan yang masih perlu dikonfirmasi kepada pengelola dapur MBG/SPPG dan instansi terkait.

MBG MEMBERIKAN GIZI, JANGAN SAMPAI WARGA MENDAPAT “MENU” BAU SAMPAH

Ironis apabila dapur yang memproduksi makanan untuk masyarakat justru menimbulkan persoalan lingkungan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Makanan bergizi untuk penerima manfaat tentu penting. Tetapi lingkungan yang bersih dan sehat bagi warga sekitar juga tidak kalah penting.

Warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan.

Mereka hanya berharap sisa makanan dan sampah dikelola secara benar sehingga tidak menimbulkan bau maupun gangguan terhadap lingkungan sekitar.

ATURAN PENGELOLAAN SAMPAH BUKAN SEKADAR FORMALITAS

Pengelolaan sampah di Indonesia memiliki dasar hukum melalui UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Pasal 29 mengatur sejumlah larangan, antara lain pengelolaan sampah yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan, membuang sampah tidak pada tempat yang ditentukan, serta membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.

Kabupaten Bulukumba juga memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah.

Karena itu, persoalan yang harus dijawab bukan hanya apakah sampah tersebut ada, tetapi bagaimana sampah dikelola, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana pengangkutannya, dan ke mana sampah tersebut dibawa.

DLH DAN DINKES DIMINTA TURUN, JANGAN HANYA DUDUK DI BELAKANG MEJA

Dengan adanya temuan dan keluhan warga, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulukumba diminta melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Bukan sekadar menunggu laporan. Cek kondisi sebenarnya. Periksa sistem pengelolaan sampah. Pastikan apakah sampah organik dan plastik dipilah, tanyakan jadwal pengangkutan.

Dan apabila benar terdapat pembakaran sampah, periksa apakah kegiatan tersebut dilakukan sesuai ketentuan teknis.

Selain DLH, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan juga perlu memastikan aspek higiene dan sanitasi lingkungan dapur, mengingat lokasi tersebut digunakan untuk memproduksi makanan bagi penerima manfaat MBG.

MEDIA BINTANG BAYANGKARA INDONESIA AKAN LAPORKAN KE BGN PUSAT

Atas temuan di lapangan dan keluhan warga terkait tumpukan sisa makanan serta sampah plastik di belakang dapur MBG Garanta, Media Bintang Bayangkara Indonesia akan melaporkan persoalan tersebut secara resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

Laporan ini disampaikan agar BGN pusat dapat melakukan verifikasi dan pemeriksaan terhadap kondisi sebenarnya di lapangan, khususnya terkait pengelolaan sisa makanan, sampah plastik, kebersihan, sanitasi, serta standar pengelolaan lingkungan di dapur MBG Dusun Tanrutedong, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.

Kami tidak ingin persoalan ini hanya berhenti pada pemberitaan. Kami ingin ada jawaban dan tindak lanjut dari pihak yang memiliki kewenangan.

Apabila pengelolaan sampah di dapur tersebut telah sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku, hal itu tentu perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Namun apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya ketidaksesuaian, kami berharap BGN pusat mengambil langkah perbaikan dan meminta pihak terkait segera melakukan pembenahan, sehingga masyarakat di sekitar dapur MBG tidak menjadi pihak yang dirugikan.

JANGAN TUNGGU VIRAL BARU BERTINDAK

Media Bintang Bayangkara Indonesia menilai persoalan seperti ini tidak seharusnya menunggu sampai menjadi viral terlebih dahulu baru mendapatkan perhatian.

Program publik harus diawasi sejak awal.

Bukan hanya makanan yang keluar dari dapur yang harus diperiksa, tetapi juga apa yang masuk, bagaimana prosesnya, dan ke mana seluruh sisa kegiatan tersebut berakhir.

Jika memang pengelolaan sampah telah sesuai ketentuan, jelaskan kepada masyarakat.

Jika ada kekurangan, perbaiki.

Jika ditemukan pelanggaran, tindak sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku.

Jangan sampai gizi diberikan di depan, sementara persoalan sampah dan bau menyengat justru ditinggalkan di belakang.

Media Bintang Bayangkara Indonesia akan mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan.

Abdul Rauf

Media Bintang Bayangkara Indonesia

Bulukumba – Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *