‎

BELUM SELESAI DENGAN API KEMARIN, WAREMBUNGAN KEMBALI DITEROR KEBAKARAN! 5 HEKTARE LAHAN TERBAKAR.

Share

MINAHASA, BINKARI — Ancaman kebakaran lahan kembali menghantui warga Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Kali ini, sekitar 5 hektare lahan perkebunan milik Ibu Since Ingkiriwang di kompleks perkebunan Ranosawu, Jaga IV, dilaporkan terbakar, Kamis (3/9/2026).

Kobaran api mulai dilaporkan sekitar pukul 10.30 WITA. Lokasinya berada di belakang Perumahan Griya Lestari 4, kawasan yang cukup dekat dengan permukiman warga.

Api yang kembali membesar sontak memicu kekhawatiran. Saksi Kiki Maliangkay (35) yang melihat kejadian tersebut kemudian menuju lokasi dan mendapati kobaran api telah meluas.

Yang menjadi perhatian, berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga berkaitan dengan sisa api dari kebakaran sebelumnya yang belum sepenuhnya padam. Tiupan angin kemudian diduga membuat api kembali menyala dan menjalar ke area perkebunan.

Situasi tersebut memaksa petugas pemadam kebakaran bergerak cepat.

Sekitar pukul 11.00 WITA, satu unit Damkar Pemerintah Kabupaten Minahasa tiba di lokasi. Sepuluh menit kemudian, dua unit Damkar dari wilayah Manado ikut memperkuat penanganan.

Bantuan kembali datang sekitar pukul 12.00 WITA melalui satu unit Damkar dari Kodim 1309 Pineleng.

Petugas berjibaku selama beberapa jam menghadapi kobaran api hingga akhirnya sekitar pukul 14.30 WITA, api berhasil dipadamkan dan kondisi di sekitar lokasi berangsur normal.

Polsek Pineleng langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Petugas melakukan pengamanan TKP, pengecekan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, dokumentasi serta menyusun laporan kejadian.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk tidak menganggap remeh sisa bara atau api yang belum benar-benar padam. Kebakaran yang semula dianggap telah terkendali dapat kembali membesar ketika kondisi angin mendukung.

Polsek Pineleng mengimbau masyarakat di sekitar kawasan perkebunan agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Lima hektare lahan terbakar menjadi alarm bahwa persoalan kebakaran lahan tidak boleh dianggap sepele terlebih ketika api kembali muncul dari kawasan yang sebelumnya telah terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *