‎

WARGA SUDAH BERJUANG, KETLING DIPERTANYAKAN! LORKUB DESAK WALI KOTA BUKA MATA.

Share

MANADO, BINKARI-Kekecewaan sejumlah warga Lorong Kubur (LORKUB), Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manado, terhadap kinerja Ketua Lingkungan (Ketling) Lingkungan 2 mulai mencuat.

Warga menilai keberadaan dan peran Ketua Lingkungan seharusnya tidak hanya sebatas urusan administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi penggerak, fasilitator, koordinator sekaligus teladan ketika masyarakat menjalankan berbagai kegiatan positif di wilayahnya.

Namun, sejumlah warga LORKUB mengaku kecewa karena Ketua Lingkungan 2 berinisial RS alias Cobe disebut tidak terlihat dalam sejumlah kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah LORKUB menjelang hingga peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026.

Sorotan warga salah satunya terkait kegiatan perbaikan jembatan yang berada tepat di depan gapura LORKUB. Jembatan tersebut disebut diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat selama kurang lebih tiga minggu.

Warga bergotong royong memperbaiki fasilitas tersebut dengan menggunakan tenaga dan sumber daya masyarakat sendiri. Bahkan, aktivitas tersebut disebut kerap dipublikasikan warga melalui media sosial Facebook.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan warga: di mana peran Ketua Lingkungan ketika masyarakatnya sedang bergotong royong melakukan kegiatan positif?

Kekecewaan warga semakin menguat ketika pada 14 hingga 17 Agustus 2026, masyarakat LORKUB menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Kegiatan tersebut bahkan melibatkan dan mengundang warga dari lingkungan sekitar. Namun, menurut sejumlah warga, Ketua Lingkungan 2 kembali tidak terlihat hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Padahal, bagi masyarakat, kehadiran seorang Ketua Lingkungan dalam kegiatan seperti itu bukan semata-mata soal seremoni. Kehadiran tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian, dukungan moral sekaligus penghargaan terhadap inisiatif masyarakat yang berupaya menjaga semangat gotong royong.

Sejumlah warga kemudian mempertanyakan sejauh mana fungsi Ketua Lingkungan sebagai penggerak masyarakat, fasilitator, koordinator serta teladan benar-benar dijalankan di lapangan.

“Jangan Hanya Muncul Saat Ada Urusan Pemerintahan”

Salah satu tetua sekaligus penasihat dalam kegiatan masyarakat LORKUB, Samsuri Masloman, mengungkapkan kekecewaannya.

Menurut Samsuri, masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Warga hanya mengharapkan Ketua Lingkungan dapat hadir dan memberikan dukungan ketika masyarakat melakukan kegiatan yang bersifat positif dan membangun lingkungan.

“Saya sebagai salah satu tetua di LORKUB dan mewakili warga LORKUB sangat kecewa dengan kinerja Ketua Lingkungan Banjer Lingkungan 2. Seharusnya sebagai Ketling, beliau memberikan dukungan dan support apabila warganya sedang melakukan kegiatan yang positif,” ujar Samsuri.

Ia menambahkan, masyarakat telah menunjukkan semangat gotong royong dengan memperbaiki jembatan secara swadaya serta menggelar berbagai kegiatan dalam rangka HUT Kemerdekaan.

Karena itu, Samsuri berharap Pemerintah Kota Manado tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat.

“Kami warga LORKUB meminta Wali Kota Manado meninjau dan mengevaluasi kembali kinerja Ketling Lingkungan 2,” tegasnya.

Warga Minta Evaluasi, Bukan Sekadar Teguran, Bagi warga LORKUB, persoalan ini bukan sekadar tentang hadir atau tidak hadir dalam sebuah kegiatan. Mereka mempertanyakan kepedulian dan fungsi kepemimpinan di tingkat lingkungan ketika masyarakat justru sedang menunjukkan inisiatif secara mandiri.

Ketua Lingkungan, dalam konteks pemerintahan paling dekat dengan masyarakat, diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah dengan warga. Ketika masyarakat bergerak melakukan kegiatan sosial, gotong royong, maupun pembangunan fasilitas secara swadaya, dukungan dari pemerintah di tingkat lingkungan dinilai sangat penting.

Warga berharap jangan sampai semangat gotong royong masyarakat berjalan sendiri tanpa adanya perhatian dari aparat lingkungan.

Kini, bola berada di tangan Pemerintah Kota Manado, khususnya Wali Kota Manado, untuk melihat langsung persoalan tersebut dan memastikan apakah keluhan warga LORKUB mengenai kinerja Ketua Lingkungan 2 memiliki dasar yang perlu ditindaklanjuti.

Jika benar ada persoalan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Ketua Lingkungan, warga berharap dilakukan evaluasi secara objektif. Namun jika terdapat penjelasan atau alasan dari pihak Ketua Lingkungan, masyarakat juga berharap hal tersebut dapat disampaikan secara terbuka agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan langsung dari Ketua Lingkungan 2 berinisial RS alias Cobe terkait keluhan warga tersebut. Ruang klarifikasi tetap terbuka untuk memberikan penjelasan maupun tanggapan atas sejumlah pernyataan yang disampaikan masyarakat.

Warga sudah bergerak. Jembatan diperbaiki dengan swadaya. Kegiatan kemerdekaan digelar dengan gotong royong. Kini warga LORKUB mempertanyakan: ke mana peran pemimpin di tingkat lingkungan saat masyarakat membutuhkan dukungan?

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *