
JAYAPURA, Binkari — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melepas kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Papua untuk mengikuti MTQ Korpri tingkat nasional di Sulawesi Selatan, 21–30 Agustus 2026.
Pelepasan tujuh peserta yang akan membawa nama Papua pada tujuh cabang lomba tersebut berlangsung di Aula Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Rabu (19/8/2026).
Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada Korpri Papua, para pelatih, pendamping, ofisial, dan seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang nasional tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Korpri, para pelatih, pendamping, ofisial, dan seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh untuk membawa nama baik Provinsi Papua,” kata Fakhiri.
Menurut dia, keikutsertaan kafilah Papua dalam MTQ Korpri tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kerohanian aparatur sipil negara (ASN).
Ia mengatakan nilai-nilai yang terkandung dalam MTQ dapat memperkuat integritas, keteladanan, disiplin, serta semangat pengabdian ASN kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Karena itu, Fakhiri meminta seluruh peserta tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.
“Pergi untuk menang secara iman, pulang membawa harapan untuk diteruskan kepada semua ASN yang beragama Muslim di Provinsi Papua,” ujarnya.
MTQ Korpri tingkat nasional 2026 diikuti 76 kementerian/lembaga dan 38 provinsi. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Fakhiri menilai keikutsertaan Papua dalam ajang tersebut menjadi kesempatan bagi ASN Papua untuk menunjukkan kemampuan sekaligus karakter, etika, dan integritas sebagai aparatur negara.
“Jagalah nama baik Papua. Tunjukkan sikap santun, disiplin, rendah hati, dan junjung tinggi sportivitas,” pesannya.
Selain berkompetisi, gubernur juga mendorong para peserta memanfaatkan MTQ sebagai ruang untuk membangun silaturahmi, memperluas pengalaman, bertukar pengetahuan, dan memperkuat persaudaraan antarkontingen.
“Saudara bukan hanya membawa nama pribadi. Saudara adalah Duta ASN Papua. Di manapun berada, tunjukkanlah wajah Papua yang santun, terbuka, berprestasi, dan penuh persaudaraan,” katanya.
Fakhiri juga mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan, kekompakan, dan semangat selama berada di Sulawesi Selatan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari MTQ dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pengabdian setelah kembali ke Papua.
“Papua bisa, Papua hebat, ASN Papua berintegritas dan berprestasi,” kata Fakhiri.
Sem

