Binkari Batang Hari Jambi – Kasus dugaan penggelapan uang gantungan atau TBS milik anggota KUD Tuo Sekato desa Danau Embat kecamatan Maro Sebo Ilir kabupaten Batang Hari kini terus bergulir, uang sebesar kurang lebih Rp. 2 Milyar yang diduga digelapkan oleh Ketua KUD beserta Sekretaris dan Bendahara KUD Tuo Sekato murni adalah milik anggota.
Salah seorang anggota KUD Tuo Sekato Mansur yang merupakan salah seorang mantan Kepala Desa Danau Embat melalui sambungan telpon What Saapnya membenarkan hal itu, ya benar kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh ketua KUD beserta sekretaris dan bendahara KUD Tuo Sekato besarannya berkisar kurang lebih Rp.2 Milyar. Uang tersebut murni uang anggota dari hasil TBS ujar Mansur.
Diakuinya dirinya mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp.65 juta bahkan anggota lainnya bisa mencapai ratusan juta rupiah papar Mansur. Ditempat terpisah M.Sadly salah seorang dosen di UNISBA Batang Hari turut mengalami hal yang sama, dirinya mengaku kerugian yang dialaminya berkisar Rp.85 juta, lebih sadis lagi jelas M.Sadly uang sebesar kurang lebih Rp.350.000.000., dari simpanan pokok/wajib anggota yang dipotong setiap bulannya sebesar Rp.15.000/anggota juga turut serta diembat oleh Ketua,Sekretaris dan bendahara KUD Tuo Sekato tegasnya.
Kasus ini tengah ditangani oleh Penyidik Pidana Umum Satreskrim Polres Batang hari, M.Sadly turut menjelaskan dugaan penggelapan uang milik anggota KUD bukan hanya bersumber dari uang gantungan dari TBS, termasuk uang yang bersumber dari lainnya seperti dari uang Sortase, uang pupuk melalui KT yang ada.Kami berharap kasus ini sesegera mungkin terang benderang bukan itu saja, pihaknya berharap selain upaya hukum tindak pidana dia dan anggota KUD lainnya akan melakukan upaya praperadilan dalam melakukan penyitaan aset milik terduga pelaku.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Batang Hari IPDA.Ginting diruang kerjanya Kamis, (06/08/2026) menjelaskan saat ini tim penyidik tengah menunggu hasil Audit pihak internal KUD Tuo Sekato, dari situ nanti kita akan mengembangkan penyidikan kemana saja uang tersebut mengalir papar Ginting. Beberapa orang saksi sudah kita lakukan pemeriksaan termasuk pelapor, ketua KUD dan pihak lainnya, kita tunggu saja perkembangannya tutup Ginting.
(Hermanto)

