Dari Nyala Obor ke Cahaya Peradaban, Menyambut 1448 Hijriah dengan Hijrah, Persatuan, dan Harapan

Share

SUKABUMI, Binkari  – Malam perlahan turun, namun gelap tak pernah benar-benar berkuasa ketika ribuan cahaya obor menyala di tangan umat. Di sepanjang jalan, nyala api kecil itu bergerak seperti sungai cahaya, membelah malam dengan pesan yang lebih dalam daripada sekadar perayaan: pesan hijrah, persatuan, dan kebangkitan jiwa.

Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan. Ia adalah panggilan nurani untuk menengok kembali perjalanan hidup, menghitung langkah yang telah terlewati, lalu menata arah menuju masa depan yang lebih bermakna.

Pawai obor menjadi syiar yang hidup. Cahaya yang berkibar di ujung bambu bukan hanya penerang jalan, melainkan simbol datangnya cahaya kebaikan di tahun yang baru. Berbeda dengan gemerlap kembang api yang hanya sesaat menghias langit, nyala obor mengajak hati untuk menyala lebih lama: menerangi diri, keluarga, dan masyarakat.

Momentum 1 Muharram mengingatkan umat pada peristiwa agung hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Sebuah perjalanan yang tidak hanya memindahkan langkah, tetapi juga mengubah peradaban. Dari peristiwa itulah lahir semangat hijrah yang harus terus dihidupkan: hijrah dari kebiasaan buruk menuju akhlak yang lebih baik, hijrah dari kemalasan menuju kerja keras dan ibadah yang sungguh-sungguh, serta hijrah dari perpecahan menuju persatuan yang kokoh.

Di tengah dunia yang sering dipenuhi perbedaan dan pertentangan, pawai obor menjadi ruang perjumpaan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga tokoh masyarakat berjalan berdampingan, melantunkan takbir dan shalawat yang mengalun menyatukan hati. Langkah kaki yang beriringan menjadi simbol bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sekolah karakter yang terbuka di bawah langit malam. Anak-anak belajar sejarah Islam dengan cara yang menyenangkan. Mereka belajar disiplin saat berjalan bersama, memahami arti gotong royong, serta menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam sejak usia dini. Di tengah derasnya arus zaman, pendidikan karakter semacam ini menjadi benteng yang tak ternilai.

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah mengajarkan bahwa hijrah bukan hanya cerita masa lalu. Hijrah adalah tugas hari ini. Sebab bangsa yang kuat lahir dari masyarakat yang bersatu, dan masyarakat yang bersatu lahir dari pribadi-pribadi yang mau berubah menjadi lebih baik.

Maka ketika obor-obor itu menyala di malam Muharram, sesungguhnya yang sedang diterangi bukan hanya jalan yang dilalui, melainkan jalan kehidupan yang hendak ditempuh bersama. Dari cahaya kecil yang digenggam tangan, tumbuh harapan besar untuk masa depan yang lebih damai, lebih bermartabat, dan lebih diridhai Allah SWT.

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Saatnya berhijrah, mempererat persaudaraan, dan menyalakan cahaya kebaikan bagi sesama.

Edwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *