
PAYAPURA, Binkari – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup menggelar talkshow strategis bertajuk “Papua Bebas Sampah, Menuju Papua CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni)”.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura, Jumat (20/2/2026) ini menghadirkan audiens yang beragam, mulai dari pelajar, organisasi lingkungan seperti WWF, hingga komunitas pecinta lingkungan.
Bukan Sekadar Tugas Pemerintah
Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Yohanes Walilo, dalam arahannya menegaskan bahwa persoalan sampah adalah tantangan kolektif. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan penuh dari elemen masyarakat.
“Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, kolaborasi adalah kunci. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi kewajiban kita bersama—masyarakat, dunia usaha, hingga adik-adik sekolah yang hadir dengan luar biasa hari ini,” ujar Yohanes.
Yohanes memperingatkan bahwa tanpa adanya budaya memilah sampah dari sumbernya (rumah tangga), Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan mengalami kelebihan kapasitas (overload) dalam waktu cepat. Hal ini berisiko memicu penumpukan sampah yang mencemari ekosistem.
Oleh karena itu, pengelolaan sampah kini masuk ke dalam agenda krusial dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua 2025–2029.
“Penguatan ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas utama kami. Pengelolaan sampah adalah bagian integral dari perencanaan pembangunan di sembilan kabupaten/kota di Papua,” jelasnya.
Menutup arahannya, Yohanes mengajak seluruh warga Papua untuk mulai melakukan langkah kecil namun berdampak besar:
Berhenti membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan hutan.
Membiasakan pilah sampah langsung dari rumah.
Memperkuat sinergi lintas sektor antara swasta dan organisasi lingkungan.
Melalui momentum HPSN 2026 ini, Pemerintah Provinsi Papua berharap kesadaran masyarakat meningkat, khususnya dalam mengurangi timbunan sampah dan menggalakkan praktik daur ulang demi menjaga kualitas lingkungan hidup di Bumi Cenderawasih. (Sem/red).
