
SANGIHE⚡Binkari — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe melaksanakan kegiatan ziarah dan tabur bunga di makam almarhumah Oma Alpiah Makasebe sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Almarhumah Oma Alpiah Makasebe dikenal sebagai sosok perawat yang pernah mendampingi Ade Irma Suryani Nasution, putri dari Jenderal A.H. Nasution. Ia juga menjadi saksi hidup dalam peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965. Dedikasi serta perannya dalam peristiwa tersebut menjadikan namanya sebagai bagian penting dalam catatan sejarah nasional yang patut dikenang lintas generasi.

Kegiatan ziarah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Sangihe, Denny Roy Tampi, S.E., bersama jajaran pengurus partai, kader, serta anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi tabur bunga di pusara almarhumah sebagai simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih atas jasa-jasanya, serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama di Monumen Ade Irma Suryani Nasution.
Dalam wawancara eksklusif, Denny Roy Tampi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan mendalam terhadap tokoh daerah yang memiliki kontribusi nyata dalam sejarah bangsa.
“Almarhumah Oma Alpiah Makasebe bukan hanya bagian dari sejarah keluarga Jenderal Nasution, tetapi juga bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Kami di PDI Perjuangan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengenang dan menghargai jasa-jasa beliau,” ujar Tampi.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif, khususnya bagi generasi muda, agar tidak melupakan sejarah dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada generasi muda bahwa sejarah besar bangsa tidak lepas dari peran tokoh-tokoh daerah, termasuk dari Sangihe,” pungkasnya.
Kegiatan ziarah ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya menghargai jasa para tokoh yang telah berkontribusi dalam perjalanan bangsa, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme yang berakar dari sejarah lokal.
Yosua

