TNI dan Warga Tiga Desa Kompak, Rakit Besi dan Papan Cor Abutmen Jembatan Garuda

Share

BULUKUMBA, Binkari – Semangat gotong royong kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Beton Garuda di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Personel Koramil 1411-01/Gantarang bersama prajurit Yonif TP 920/Lasalaga dan masyarakat dari tiga desa bahu-membahu mengerjakan tahapan pembangunan jembatan yang menjadi akses penting bagi warga.

Kegiatan karya bakti tersebut berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, dengan melibatkan masyarakat dari Desa Padang, Desa Bontomacinna, dan Desa Dampang. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antardesa.

Fokus pada Abutmen, TNI dan Warga Bekerja Bersama

Pada tahapan pekerjaan kali ini, personel TNI bersama warga memusatkan kegiatan pada pembangunan struktur abutmen jembatan, yang menjadi salah satu bagian penting dalam menopang konstruksi jembatan.

Pekerjaan diawali dengan pemotongan dan perangkaian besi cor abutmen sebagai tulangan struktur penyangga. Setelah itu, personel gabungan melanjutkan pemasangan papan cor atau bekisting untuk membentuk konstruksi abutmen agar kokoh dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Di tengah proses pengerjaan, terlihat personel TNI dan masyarakat bekerja tanpa sekat. Besi dipotong dan dirangkai bersama, papan cor dipasang bersama, sementara setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan kekompakan dan ketelitian.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 1411-01/Gantarang Kapten Inf Muhammad Amir. Personel Koramil dan prajurit Yonif TP 920/Lasalaga tampak membaur bersama masyarakat dari tiga desa dalam semangat gotong royong.

Jembatan Garuda, Harapan Baru Tiga Desa

Bagi masyarakat Desa Padang, Desa Bontomacinna dan Desa Dampang, pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam membuka dan memperlancar akses transportasi serta aktivitas masyarakat antardesa.

Kolaborasi antara TNI dan masyarakat juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat menjadi ruang memperkuat kebersamaan. Ketika tenaga, waktu dan semangat disatukan, pekerjaan berat dapat dilakukan secara gotong royong.

Kapten Inf Muhammad Amir bersama personel Koramil 1411-01/Gantarang dan Yonif TP 920/Lasalaga terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pekerjaan. Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

Dari rangkaian besi dan papan cor, tumbuh sebuah harapan: Jembatan Garuda menjadi penghubung akses, penguat ekonomi, dan simbol persatuan tiga desa di Gantarang.

Abdul Rauf Bulukumba Sulselbar kodim

1411/BLK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *