
Aceh Tenggara,Binkari-Dewan Pengurus Daerah Tani Mereka Indonesia Kabupaten Aceh tenggara membangun sinergitas dan kerjasama dengan Bank Syari’ah Indonesia Cabang Kutacane, Kemitraan ini diharapkan untuk mendorong dan memperluas akses permodalan bagi Petani. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak maupun praktik pinjaman berbunga tinggi dari Rentenir,
Ketua DPD Tani merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional di Daerah. Selama ini, keterbatasan modal kerap menjadi kendala yang membuat petani terjebak dalam siklus utang, ujar Jeri dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026)
Tani Merdeka Indonesia kabupaten Aceh Tenggara mendorong akses permodalan langsung bagi Petani melalui kerja sama kemitraan dengan Bank syariah Indonesia (BSI) Cabang Kutacane. Tujuannya untuk memutus mata rantai tengkulak dan praktik rentenir yang selama ini membebani petani, sehingga mereka dapat bertani dengan lebih tenang dan sejahtera,” Jelas Jeri,
Melalui kerja sama dengan ini para petani nantinya dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian dengan bunga ringan sekitar 3 hingga 6 persen per tahun. Skema pembiayaan ini juga memberikan kemudahan karena tidak memerlukan agunan tambahan, sehingga petani dapat memperoleh modal usaha tanpa harus mempertaruhkan aset pribadi. Terang Jeri Alastra,
Jeri juga menegaskan, Tani merdeka Indonesia sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan sektor pertanian dan kesejahteraan petani, berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) tentu akan memberikan solusi finansial berbasis syariah. Langkah ini diambil guna mengatasi salah satu kendala utama yang sering dihadapi oleh petani lokal, yaitu keterbatasan modal usaha untuk musim tanam, pembelian pupuk, serta pengadaan alat penunjang pertanian,
“Dengan memperoleh pinjaman modal usaha berbunga rendah melalui skema KUR, sehingga kebutuhan petani kita seperti bibit, pupuk, hingga sarana produksi pertanian dapat terpenuhi tanpa bergantung pada tengkulak maupun praktik pinjaman rentenir” Ungkap Jeri.
Sementara itu Ridha Herianda Selaku Pimpinan Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) menyambut baik langkah Tani merdeka Indonesia Aceh tenggara untuk menjalin kemitraan dengan pihaknya,
“Kami Akan membuka akses kerja sama dengan dengan berbagai pihak termasuk dengan Tani Merdeka Aceh tenggara, karena kolaborasi ini tentu akan menjadi Energi positif terhadap Kami dalam menjalankan dan merealisasikan program khususnya terhadap pemberdayaan petani melalui pembinaan Kredit usaha rakyat (KUR)” Ungkap Rihda,
Ridha Herianda juga menjelaskan bahwa Bank Syariah Indonesia (BSI) akan tetap berkomitmen membantu petani melalui penyediaan akses pembiayaan yang mudah, serta dukungan terhadap produktivitas sektor pertanian, dimana Pembiayaan akan diberikan sesuai ketentuan serta SOP KUR yang berlaku dengan mengedepankan penilaian kelayakan usaha para petani,
“Semoga kehadiran Bank Syariah Indonesia memberikan manfaat bagi petani dan pelaku UKM di Aceh Tenggara. BSI akan terus membawa nilai-nilai inklusifitas serta menerapkan penuh prinsip-prinsip syariah dalam menjalankan aktivitas bisnisnya dan selalu terbuka dan terus meningkatkan sinergi kedepannya,” ujar Ridha.
R.Lubis

