
SANGIHE, BINKARI — Bagi pasien penyakit jantung, waktu bukan sekadar angka. Setiap menit dapat menjadi batas antara pertolongan dan risiko yang lebih besar.
Harapan menghadirkan pelayanan jantung yang lebih dekat bagi masyarakat Kepulauan Sangihe kembali mengemuka melalui Visitasi Pengampuan Layanan Kardiovaskuler di RSD Liunkendage Tahuna, Senin (15/9/2025).
Visitasi tersebut dilakukan oleh Tim Pengampu Layanan Kardiovaskuler RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, sebagai bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan mutu layanan kardiovaskuler di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kegiatan dihadiri perwakilan Direktur Umum RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Tim Pengampu Layanan Kardiovaskuler RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Handry Pasandaran, Direktur RSD Liunkendage Tahuna, dr Poliden Dalawir serta jajaran terkait.
Visitasi ini menjadi bagian penting dalam proses menuju penguatan layanan Cathlab (Cardiac Catheterization Laboratory) di RSD Liunkendage Tahuna, termasuk mendukung percepatan proses perizinan dan kesiapan operasional layanan tersebut.
Kehadiran Cathlab di Sangihe bukan sekadar penambahan fasilitas medis. Bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan, layanan tersebut berarti membuka akses terhadap tindakan kateterisasi jantung tanpa harus selalu menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.

Selama ini, jarak menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat kepulauan. Karena itu, semakin dekat layanan dengan pasien, semakin terbuka pula peluang penanganan yang lebih cepat ketika tindakan medis dibutuhkan.
Dengan beroperasinya layanan Cathlab nantinya, pasien dengan indikasi tindakan kateterisasi jantung diharapkan dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih dekat dan cepat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rujukan ke luar daerah.
Lebih jauh, penguatan layanan kardiovaskuler di RSD Liunkendage Tahuna diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan rujukan, memperkuat sistem kesehatan daerah, serta mengedepankan keselamatan pasien.
Di tanah kepulauan, jarak bukan sekadar persoalan kilometer. Jarak bisa menjadi persoalan waktu dan dalam penanganan penyakit jantung, waktu adalah bagian dari keselamatan.
Karena itu, visitasi ini bukan hanya tentang melihat fasilitas dan kelengkapan layanan. Ia menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, berkualitas, dan semakin dekat dengan masyarakat Sangihe.
Asril

