
SANGIHE, Binkari – Wawulao Peta Barat — Di tengah riuhnya dinamika pesta demokrasi desa, suara rakyat Wawulao Peta Barat seakan mengalir pada satu nama yang telah meninggalkan jejak nyata dalam perjalanan pembangunan kampung. Sosok itu adalah Siti Sjarah Gabriel, S.Pd, calon kepala desa nomor urut 2, yang kembali mendapat dukungan luas dari masyarakat untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Bagi sebagian warga, memilih bukan sekadar mencoblos nama di atas kertas. Pilihan mereka lahir dari pengalaman, dari jalan yang telah dibangun, dari pelayanan yang pernah dirasakan, serta dari perubahan yang terlihat selama masa kepemimpinan Siti Sjarah Gabriel.
Masyarakat menilai bahwa selama menjabat, ia mampu menghadirkan berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga. Karena itu, keinginan agar dirinya kembali memimpin bukanlah sekadar harapan, melainkan cerminan kepercayaan yang tumbuh dari hasil kerja nyata.
“Rakyat tidak mudah dibohongi oleh janji. Mereka melihat, merasakan, lalu menilai sendiri siapa yang bekerja dan siapa yang hanya pandai berbicara,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Dukungan terhadap calon nomor urut 2 terus menguat menjelang pemungutan suara. Warga berharap pembangunan yang telah dirintis tidak berhenti di tengah jalan, melainkan dapat dilanjutkan dengan semangat yang sama demi kemajuan Wawulao Peta Barat.
Di desa yang menyimpan banyak harapan itu, pilihan masyarakat tampaknya berangkat dari satu keyakinan sederhana: bahwa pemimpin terbaik bukanlah yang paling banyak berjanji, melainkan yang telah membuktikan kerja dan pengabdiannya.
Ketika hari pencoblosan tiba, rakyatlah yang akan menentukan arah perjalanan desa. Namun satu hal yang sudah terlihat jelas, nama Siti Sjarah Gabriel, S.Pd nomor urut 2 telah menjadi simbol harapan bagi banyak warga yang mendambakan kesinambungan pembangunan dan masa depan yang lebih baik.
Asril

