Safari Jum’at di Kuala Dasal, Bupati Anwar Sadat Perkuat Silaturahmi Lewat Bantuan dan Dialog Bersama Warga

Share

BINKARI, Tanjung Jabung Barat, Jambi – Safari Jum’at bukan sekadar ritual yang selesai saat jamaah meninggalkan masjid. Nilai sesungguhnya justru dimulai ketika suara rakyat yang disampaikan di dalam dialog berubah menjadi kebijakan yang benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Safari Jum’at Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., di Masjid Al Muhajirin, Desa Kuala Dasal, Kecamatan Tungkal Ulu, Jumat (17/7/2026). Usai menghadiri Panen Raya Melon bersama Wakil Bupati Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., Bupati dipercaya menjadi khatib sekaligus imam Salat Jum’at.

Di atas mimbar, Bupati mengajak masyarakat memperkokoh persatuan, meningkatkan keimanan, dan memperkuat kepedulian sosial. Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari jamaah. Namun, ukuran keberhasilan kepemimpinan tidak berhenti pada indahnya khutbah atau hangatnya tepuk tangan, melainkan pada keberanian mengubah harapan menjadi kenyataan.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama Baznas menyalurkan bantuan pembangunan Masjid Al Muhajirin sebesar Rp10 juta, perlengkapan kebersihan masjid, paket sembako bagi kaum dhuafa dan lansia, santunan anak yatim, serta insentif bagi pengurus masjid. Dinas Sosial bersama BPBD juga menyerahkan bantuan kepada dua kepala keluarga korban kebakaran di Kecamatan Merlung berupa santunan uang tunai, paket sembako, family kit, dan beras.

Namun yang paling penting bukanlah nilai bantuan, melainkan ruang dialog yang terbuka. Di hadapan Bupati, warga menyampaikan kebutuhan yang selama ini mereka rasakan, mulai dari peningkatan kualitas jalan hingga pembangunan gorong-gorong yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat.

Bupati Anwar Sadat memastikan seluruh aspirasi akan dikaji dan dijadikan bagian dari penyusunan prioritas pembangunan daerah.

“Safari Jum’at bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dari kegiatan ini, kami dapat mendengar langsung kebutuhan warga agar pembangunan benar-benar tepat sasaran,” ujar Bupati.

Kini, masyarakat tentu berharap dialog itu tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan atau deretan foto seremonial. Aspirasi yang telah disampaikan membutuhkan tindak lanjut yang nyata, karena kepercayaan publik dibangun bukan oleh banyaknya janji, melainkan oleh konsistensi menghadirkan hasil.

Pada akhirnya, Safari Jum’at di Kuala Dasal mengirimkan pesan yang jelas: rakyat tidak hanya ingin didengar, tetapi juga ingin melihat perubahan. Sebab, pemimpin dikenang bukan karena banyak berbicara, melainkan karena mampu membuktikan bahwa setiap amanah yang diterima benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata.

(Hermanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *