‎

Rotasi Pejabat Polres Mitra: Kasat Reskrim Berganti, Kapolsek Ratatotok Dirotasi, AKP Lutfi ke Bareskrim.

Share

MITRA, BINKARI — Jajaran Polres Minahasa Tenggara (Mitra) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi sejumlah pejabat, Selasa (15/9/2026). Pergantian tersebut menjadi bagian dari dinamika pembinaan karier personel sekaligus langkah strategis untuk memperkuat kinerja kepolisian dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan penegakan hukum kepada masyarakat.

Salah satu posisi yang mengalami pergantian adalah Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mitra. Pergantian pada posisi strategis ini menjadi perhatian tersendiri karena Satreskrim memiliki peran penting dalam penanganan berbagai perkara pidana serta menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Mitra.

Pejabat yang menerima amanah baru dituntut mampu bergerak cepat, memahami karakteristik wilayah serta memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan dan berkeadilan. Penyegaran di tubuh Satreskrim diharapkan bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi benar-benar menghadirkan energi baru dalam menjawab berbagai persoalan hukum dan keamanan yang dihadapi masyarakat.

Selain Kasat Reskrim, jabatan Kapolsek Ratatotok juga mengalami pergantian. Posisi tersebut memiliki tantangan tersendiri karena Kapolsek merupakan ujung tombak institusi dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di tingkat kecamatan.

Rotasi ini diharapkan semakin memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat Ratatotok, sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan dan respons terhadap setiap persoalan kamtibmas yang muncul di lapangan.

Dalam dinamika tersebut, AKP Lutfi Arniugraha Pratama, yang sebelumnya menjalankan tugas di lingkungan Polres Mitra, kini mendapat amanah penugasan di Bareskrim Polri.

Penugasan tersebut menjadi bagian dari pengembangan karier dan sumber daya manusia di tubuh Polri. Pengalaman selama bertugas di wilayah hukum Polres Mitra diharapkan menjadi modal penting bagi AKP Lutfi dalam menghadapi tantangan dan tanggung jawab pada penugasan barunya.

Rotasi jabatan di lingkungan kepolisian pada prinsipnya merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi dan peningkatan profesionalisme personel. Namun, bagi masyarakat, ukuran keberhasilannya bukan semata pada pergantian nama dan jabatan, melainkan pada sejauh mana perubahan tersebut berdampak nyata terhadap pelayanan dan penegakan hukum.

Masyarakat tentu berharap pejabat yang baru tidak hanya meneruskan program yang sudah berjalan, tetapi juga berani menghadirkan inovasi, memperkuat komunikasi publik serta meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam merespons setiap persoalan yang menyangkut keamanan dan hukum.

Yang tak kalah penting, pergantian pejabat diharapkan tidak mengganggu pelayanan publik maupun proses penanganan perkara yang sedang berjalan. Setiap perkara harus tetap ditangani sesuai ketentuan hukum, profesional dan tanpa tebang pilih.

Momentum rotasi ini sekaligus menjadi ujian bagi jajaran Polres Mitra untuk membuktikan bahwa penyegaran organisasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari upaya membangun institusi yang semakin profesional, humanis, transparan dan dipercaya masyarakat.

Kini, tantangan berada di pundak para pejabat baru: mampu bekerja cepat, tegas dalam penegakan hukum, terbuka terhadap masyarakat, serta menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi seluruh warga Minahasa Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *