Pukpuk Cable Diresmikan, Papua Tak Lagi Berdiri di Pinggir Peta Digital Dunia

Share

JAYAPURA, Binkari — Papua sedang menulis babak baru. Bukan dengan gegap gempita seremonial kosong, melainkan lewat kabel laut yang menembus batas negara dan menghubungkan masa depan. Proyek Pukpuk Cable akhirnya resmi diperkenalkan ke publik, Jumat (8/5/2026), sebagai simbol kebangkitan konektivitas digital Indonesia di kawasan Pasifik.

Pj Sekda Papua, L. Christian Sohilait, yang hadir mewakili Gubernur Papua, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar infrastruktur teknologi. Ini adalah jawaban atas keterisolasian yang selama bertahun-tahun menjadi tembok penghambat pembangunan di tanah Papua.

Dalam sambutan Gubernur Papua yang dibacakannya, Sohilait menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah mendorong lahirnya proyek strategis tersebut hingga terealisasi. Menurutnya, Pukpuk Cable menjadi langkah konkret membangun konektivitas inklusif bagi Papua dan kawasan Indonesia Timur.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mutlak. Papua tidak boleh tertinggal di tengah arus transformasi dunia,” tegasnya.

Kehadiran jaringan kabel laut itu diyakini akan mempercepat pelayanan publik, memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan, hingga membuka ruang pertumbuhan ekonomi digital yang lebih luas. Pemerintah Provinsi Papua menilai penguatan konektivitas digital sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMD Papua 2025–2029 melalui visi Papua CERAH, Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni.

Di hadapan para tamu undangan, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Angga Raka Prabowo, turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, mitra PT Telkom Indonesia⁠, serta Telikom PNG atas kolaborasi yang berhasil membangun jalur strategis tersebut.

Menurutnya, pemerataan konektivitas digital menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat transformasi digital nasional. Negara, kata dia, tidak boleh membiarkan ada wilayah yang tertinggal hanya karena persoalan akses teknologi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Telkom Indonesia⁠, Dian Siswarini, menyebut Pukpuk Cable sebagai koridor backbone baru kawasan Pasifik yang menghubungkan Jayapura dengan Papua Nugini dan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi inklusif di kawasan timur Indonesia.

Acara tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan Telkom Group, Konsul Jenderal PNG untuk Indonesia, Konsul Jenderal RI di Vanimo, serta pimpinan Telikom PNG.

Pukpuk Cable kini bukan hanya kabel bawah laut. Ia menjelma menjadi penanda bahwa Papua tidak lagi berdiri di pinggir peradaban digital. Dari Jayapura, jalur baru menuju Pasifik dibuka dan dunia mulai menoleh ke timur Indonesia. (Sem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *