
AIRMADIDI, Binkari – Sebuah piagam mungkin hanya selembar kertas. Namun di tangan yang tepat, ia menjadi simbol pengabdian, kepercayaan, dan harapan. Itulah makna yang mengalir ketika Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menyerahkan piagam penghargaan kepada Camat Airmadidi, Olvien Pandean, S.Sos, dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Administrator Bisnis.
Penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menjadi penanda bahwa sinergi antara kampus dan pemerintah daerah mampu melahirkan gerakan nyata untuk mengangkat ekonomi masyarakat dari akar yang paling kuat: kearifan lokal.
Melalui program bertajuk “Akselerasi Pertumbuhan Usaha Mikro melalui Pendampingan Literasi Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal Minahasa Utara,” mahasiswa Unsrat hadir bukan hanya membawa teori, tetapi juga semangat perubahan.

Mereka turun ke tengah masyarakat, mendampingi pelaku usaha mikro, menyalakan kesadaran bahwa potensi lokal bukan warisan untuk dikenang, melainkan kekuatan untuk diperjuangkan.
Di tengah derasnya arus modernisasi yang sering mengikis identitas daerah, Airmadidi memilih jalan berbeda. Kecamatan ini justru menjadikan budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal sebagai fondasi pembangunan ekonomi. Sebab kemajuan yang tercerabut dari akar hanya akan menjadi bangunan rapuh yang mudah runtuh diterpa zaman.
Camat Olvien Pandean menyambut baik kolaborasi tersebut. Baginya, pemberdayaan usaha mikro bukan hanya soal meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga martabat dan kemandirian ekonomi daerah.

Piagam dari Unsrat menjadi pengakuan atas komitmen itu. Sebuah penghormatan bagi kepemimpinan yang membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru, sekaligus mendorong masyarakat untuk percaya bahwa masa depan tidak selalu datang dari luar, tetapi bisa tumbuh dari tanah sendiri.
Dari Airmadidi, sebuah pesan menggema: kebangkitan ekonomi rakyat tidak lahir dari janji-janji besar, melainkan dari keberanian merawat potensi yang selama ini ada di depan mata. Ketika kampus, pemerintah, dan masyarakat berjalan dalam satu langkah, usaha mikro bukan lagi sekadar bertahan hidup, melainkan siap menjadi lokomotif kesejahteraan.
Dan di tengah perjalanan itu, piagam yang diterima Camat Olvien Pandean bukanlah akhir dari sebuah kerja, melainkan penanda bahwa perjuangan membangun ekonomi berbasis kearifan lokal sedang menemukan jalannya menuju masa depan yang lebih bermartabat.
Asril

