Mahasiswa Perbatasan Diajak Jadi Generasi Berintegritas dan Siap Hadapi Tantangan Global

Share

SANGIHE⚡Binkari — Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari menghadiri kegiatan kolaborasi antara mahasiswa, pengawas desa, dan pihak Kejaksaan yang digelar di Ruang Auditorium J. Tangkey, Politeknik Negeri Nusa Utara, Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., dan turut dihadiri Komandan Kodim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin, Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik, Kajari Kepulauan Sangihe I Bagus Putra Gede Agung, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Civitas Akademik Polnustar, serta mahasiswa.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk memiliki visi masa depan yang kuat, semangat belajar tinggi, serta kesiapan menghadapi dinamika perkembangan zaman.

Menurutnya, generasi muda saat ini dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, digitalisasi, serta persaingan global yang semakin kompleks. Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, dan kemampuan berpikir kritis.

“Pendidikan bukan sekadar proses memperoleh ilmu, tetapi investasi jangka panjang untuk membentuk karakter dan pola pikir generasi muda dalam menghadapi masa depan,” ujar Thungari.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai wilayah perbatasan negara yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Oleh sebab itu, mahasiswa di daerah perbatasan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan melalui kompetensi, keterampilan, dan semangat kebangsaan yang kuat.

Selain membahas pentingnya pembangunan sumber daya manusia, Bupati turut mengingatkan mahasiswa terhadap tantangan era digital, termasuk meningkatnya kejahatan siber seperti penyebaran informasi palsu, penipuan daring, manipulasi data elektronik, hingga berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya.

Dalam konteks tersebut, ia menilai mahasiswa perlu memahami perkembangan hukum nasional, termasuk reformasi hukum pidana, pendekatan restoratif, serta pentingnya penegakan hukum yang profesional dan berintegritas.

“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan moralitas, etika, dan nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengajak mahasiswa untuk membangun budaya antikorupsi sejak dini serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar dalam menciptakan kehidupan sosial yang bersih dari praktik korupsi maupun pelanggaran hukum lainnya.

Ia turut menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Mahasiswa diharapkan menjadi generasi yang siap kerja, memiliki keterampilan, inovatif, dan mampu menciptakan peluang usaha di masa mendatang.

Menutup sambutannya, Bupati berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan kebangsaan mahasiswa, meningkatkan kesadaran hukum, serta memperkuat integritas generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara, Ferdinand Gansalangi, menjelaskan bahwa kampus yang dipimpinnya merupakan salah satu perguruan tinggi pertama di kawasan perbatasan yang berdiri sejak tahun 2006 dengan nama Politeknik Nusa Utara di bawah Yayasan Pemerintah TNI.

Ia mengatakan, nama “Nusa Utara” telah lama menjadi identitas pendidikan masyarakat kepulauan di wilayah utara Indonesia dan memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat perbatasan.

Seiring perkembangan pendidikan tinggi nasional, institusi tersebut kemudian bertransformasi menjadi Politeknik Negeri Nusa Utara di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan di daerah perbatasan.

Saat ini, Politeknik Negeri Nusa Utara memiliki tiga jurusan utama dengan lima program studi, yakni bidang kesehatan melalui Program Studi Keperawatan dan Kebidanan, bidang teknologi perikanan dan kelautan melalui Program Studi Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan (P2HP), Teknologi Penangkapan Ikan, serta Teknologi Budidaya Ikan, dan bidang Teknologi Informatika melalui Program Studi Sistem Informasi.

Pada kesempatan yang sama, Kajati Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy turut memberikan kuliah umum bertema “Transformasi Hukum Era Modern, Peran Generasi Muda Membangun Bangsa dari Perbatasan Utara NKRI”.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya kesadaran hukum, integritas, serta kontribusi generasi muda dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan bangsa, khususnya di kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yosua Patras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *