
Jakarta, Luwuk, Binkari — Sejumlah penumpang maskapai penerbangan dari grup Lion Air, yakni Batik Air, mengeluhkan pelayanan yang dinilai merugikan konsumen dalam perjalanan rute Jakarta–Makassar–Luwuk pada Kamis (21/5/2026).
Dugaan kesalahan administrasi hingga keterlambatan transit disebut menyebabkan beberapa penumpang gagal berangkat dan mengalami kerugian waktu maupun pekerjaan bisnis.
Insiden pertama terjadi saat proses check-in penerbangan dari Jakarta menuju Luwuk. Rombongan yang terdiri dari empat orang penumpang mengaku telah melakukan check-in sesuai prosedur, namun boarding pass yang diterima disebut tidak sesuai dengan data identitas penumpang.
Akibat kesalahan nama pada boarding pass tersebut, dua orang penumpang akhirnya tidak dapat melanjutkan penerbangan.
Mereka mengaku sudah berusaha melakukan klarifikasi kepada petugas maskapai, namun persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan tepat waktu sehingga keberangkatan terpaksa tertunda.
“Kami merasa sangat dirugikan. Kesalahan ada pada sistem atau pelayanan maskapai, tapi kami sebagai penumpang yang harus menanggung akibatnya,” ujar salah satu penumpang berinisial M yang enggan menyebutkan identitas lengkapnya.
Keluhan juga terjadi dalam penerbangan lanjutan dari Makassar menuju Luwuk. Menurut para penumpang, pesawat transit Batik Air tujuan Luwuk disebut telah berangkat lebih dahulu tanpa menunggu kedatangan penumpang transit dari Jakarta.
Padahal, para penumpang mengaku masih berada dalam rangkaian perjalanan yang sama dan berharap adanya koordinasi antarjadwal penerbangan, terutama karena keterlambatan bukan berasal dari pihak penumpang.
“Kami rugi waktu dan kegiatan penting di Luwuk menjadi tertunda. Kami datang untuk urusan bisnis, tapi justru mengalami kendala karena pelayanan maskapai yang tidak maksimal,” ungkap penumpang lainnya berinisial J.
Para penumpang menilai maskapai seharusnya memberikan pelayanan yang lebih profesional, khususnya dalam proses administrasi check-in dan koordinasi penumpang transit.
Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali dialami penumpang lain di kemudian hari.
Selain kerugian materi dan waktu, para penumpang mengaku mengalami tekanan psikologis akibat ketidakpastian jadwal penerbangan serta minimnya solusi cepat dari pihak maskapai saat persoalan terjadi di bandara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Lion Air Group maupun Batik Air terkait keluhan para penumpang tersebut. Para konsumen berharap ada evaluasi serius terhadap kualitas pelayanan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan nasional.
Sunny

