‎

KARHUTLA LERENG GUNUNG AWU MELUAS, TIGA TITIK API TERPANTAU DI KENDAHE.

Share

SANGIHE, BINKARI — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan lereng Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kembali menjadi perhatian serius. Hingga Rabu (9/9/2026), sedikitnya tiga titik kebakaran terpantau di wilayah perkebunan Kampung Kendahe II, Mohong Sawang, dan Talawid.

Upaya penanggulangan dilakukan sejak pagi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kendahe bersama personel Polsek Kendahe, Koramil Kendahe, pemerintah kampung, relawan serta masyarakat.

Langkah penanganan diawali dengan apel gabungan pada pukul 07.00 WITA di Posko Utama Penanggulangan Bencana Karhutla Kampung Kendahe II. Apel tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi meluasnya kebakaran di kawasan lereng Gunung Awu.

Sekitar pukul 08.00 WITA, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi dengan membagi kekuatan menjadi dua tim.

Tim pertama, yang berjumlah sekitar 30 orang, bergerak menuju kawasan perkebunan Kampung Kendahe II. Sementara Tim kedua, sekitar 25 orang, diarahkan menuju kawasan perkebunan Mohong Sawang.

Perjuangan tim di lapangan tidak mudah. Medan perkebunan serta kondisi lereng yang curam menjadi salah satu kendala utama dalam menjangkau sejumlah titik api.

Pada sekitar pukul 11.30 WITA, Tim 1 berhasil melakukan pemadaman di kawasan perkebunan Kampung Kendahe II, tepatnya di Pos 4. Namun, sebagian api masih terlihat bergerak ke arah barat, menuju kawasan lereng yang curam sehingga tidak dapat dijangkau oleh personel maupun relawan.

Situasi serupa juga terjadi di wilayah Mohong Sawang. Tim 2 baru tiba di titik api sekitar pukul 13.30 WITA dan langsung melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan.

Meski upaya pemadaman dilakukan, masih terdapat titik api yang diperkirakan berjarak sekitar satu kilometer dari posisi tim. Kondisi alam dan medan yang sulit membuat titik tersebut belum dapat dijangkau relawan.

Perkembangan terakhir menunjukkan kebakaran tidak hanya terpantau di satu lokasi. Sedikitnya tiga wilayah berbeda masih menjadi perhatian petugas.

Pertama, titik api di perkebunan Kampung Kendahe II, Pos 4, arah barat, yang masih terlihat merambat ke arah perkebunan Makiuraung dan Masalihe.

Kedua, titik api di Kampung Mohong Sawang, tepatnya di kawasan perkebunan Bawo.

Ketiga, titik api di Kampung Talawid, yang terpantau berada di kawasan perkebunan Talawid.

Kondisi tersebut membuat pemerintah kecamatan bersama relawan dan masyarakat terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas ke kawasan perkebunan maupun wilayah lainnya.

Camat Kendahe Irwin R. Sasiang, S.P., Kapolsek Kendahe Ipda Sufarta Sendeng, S.H., personel Polsek Kendahe, personel Koramil Kendahe, pemerintah kampung serta para relawan turut terlibat dalam upaya penanganan dan pemantauan Karhutla tersebut.

Hingga laporan ini disusun, relawan dan unsur pemerintah masih standby di lapangan untuk memantau perkembangan tiga titik api. Informasi terbaru terkait kondisi kebakaran akan terus diperbarui sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kewaspadaan dan pemantauan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran di lereng Gunung Awu berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *