Jejak Humanis Putra Daerah: AKP Achmad Rizal, Sosok yang Dirindukan dari Polres hingga Kodim Bulukumba

Share

BULUKUMBA, Binkari – Senin 13 April 2026, Rasa kehilangan mendalam tidak hanya dirasakan oleh Media Bintang Bayangkara Indonesia (BINKARI), LSM, dan aktivis, tetapi juga oleh aparat lintas institusi atas sosok mantan Kasat Narkoba Achmad Rizal yang dikenal humanis dan penuh dedikasi dalam bertugas di wilayah Bulukumba.

Selama mengemban amanah di Polres Bulukumba, AKP Achmad Rizal tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini menjadikannya figur yang dekat dengan media, LSM, hingga aktivis sosial.

Ketua Korwil Sulselbar Media BINKARI menilai kepemimpinan AKP Achmad Rizal telah membuka ruang komunikasi yang sehat antara aparat dan masyarakat.

“Beliau adalah sosok yang tidak menjaga jarak. Justru merangkul semua pihak. Ini yang membuat kehadirannya sangat dirasakan,” ujarnya.

Sejumlah aktivis di Bulukumba juga mengakui bahwa selama kepemimpinannya, kritik dan masukan selalu diterima dengan terbuka.

“Beliau tidak alergi kritik. Bahkan menjadikan itu sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan tugas,” ungkap salah satu aktivis.

Program sosialisasi bahaya narkoba yang dijalankan pun menjadi salah satu kekuatan utama. Ia turun langsung ke sekolah-sekolah dan masyarakat untuk memberikan edukasi, terutama kepada generasi muda.

Perwakilan LSM menambahkan bahwa pendekatan tersebut sangat efektif dalam pencegahan.

“Beliau tidak hanya menangkap pelaku, tapi juga menyelamatkan generasi. Itu nilai lebih yang jarang dimiliki,” katanya.

Menariknya, rasa kehilangan juga datang dari rekan-rekan di lingkungan Kodim Bulukumba, khususnya dari unit Intel yang selama ini sering berkoordinasi dalam berbagai kegiatan.

Salah satu anggota unit Intel Kodim Bulukumba mengungkapkan bahwa AKP Achmad Rizal adalah sosok yang mudah diajak bekerja sama lintas institusi.

“Kami di Intel Kodim merasa sangat kehilangan. Beliau sosok yang komunikatif, cepat merespon, dan selalu terbuka dalam koordinasi. Sinergi yang dibangun selama ini sangat terasa manfaatnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa hubungan personal yang dibangun di luar kedinasan membuat komunikasi semakin solid.

“Di luar tugas, beliau tetap rendah hati. Tidak ada sekat antara Polri dan TNI. Semua dipandang sebagai mitra untuk menjaga keamanan daerah,” tambahnya.

Sebagai putra asli Bulukumba, AKP Achmad Rizal dikenal memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Hal itu tercermin dari sikapnya yang sederhana dan egaliter dalam berbagai situasi.

Rekan-rekan seangkatannya pun turut merasakan kehilangan atas kepemimpinan yang merangkul semua kalangan.

“Beliau menganggap semua orang sama. Itulah yang membuat beliau dihormati, bukan hanya karena jabatan, tetapi karena kepribadiannya,” ujar salah satu rekannya.

Dalam pernyataannya, AKP Achmad Rizal menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Bulukumba, termasuk media, LSM, aktivis, hingga aparat lintas institusi yang telah mendukung tugasnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bulukumba, media, LSM, aktivis, serta rekan-rekan dari TNI. Banyak dukungan dan masukan yang membantu kami. Namun sebagai abdi negara, kita harus tetap menjunjung tinggi aturan dan siap ditempatkan di mana saja,” tuturnya.

Kepergian AKP Achmad Rizal dari jabatannya meninggalkan jejak yang kuat dan sulit tergantikan. Sosoknya menjadi simbol bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.

Kini, harapan besar tertuju pada penerusnya untuk melanjutkan semangat kolaborasi yang telah dibangun. Bagi banyak pihak, AKP Achmad Rizal bukan sekadar pejabat, melainkan figur inspiratif yang telah mengabdikan dirinya sepenuh hati untuk tanah kelahirannya.

Abdul Rauf korwil Sulselbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *