
Jayapura, Binkari— Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Provinsi Papua mendorong peningkatan kompetensi, kesejahteraan, pengakuan, dan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) PAUD nonformal sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesetaraan pendidikan anak usia dini di Papua.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua HIMPAUDI Provinsi Papua Magdalena Salea Sappe dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 HIMPAUDI Provinsi Papua tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Workshop Matematika Gembira.
Magdalena mengatakan, momentum HUT ke-21 menjadi kesempatan bagi HIMPAUDI untuk kembali memperkuat komitmen dalam memperjuangkan kesetaraan guru PAUD, khususnya pendidik pada jalur nonformal yang hingga kini masih menghadapi berbagai kendala dalam peningkatan kompetensi dan pengembangan profesi.
“Ini satu pergumulan kami. Kami sedang berjuang bagaimana guru-guru PAUD nonformal bisa disetarakan,” ujar Magdalena.
Menurut dia, salah satu persoalan yang masih dihadapi guru PAUD nonformal adalah keterbatasan akses untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) akibat ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Karena itu, HIMPAUDI berharap pembahasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi PTK PAUD nonformal agar memperoleh pengakuan, perlindungan, serta kesejahteraan yang setara.
“Kami berharap PTK PAUD nonformal bisa terakomodir dari sisi kesejahteraan, pengakuan dan perlindungan. Sehingga tidak ada lagi dikotomi antara formal dan nonformal,” katanya.
Ia menegaskan, baik pendidik pada jalur formal maupun nonformal memiliki peran yang sama dalam mendidik dan mempersiapkan generasi penerus bangsa.
“Kita sama-sama mendidik anak bangsa ini. Kita sama-sama mencerdaskan anak bangsa ini untuk masa depan yang akan datang,” ujarnya.
Magdalena juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Papua terhadap keberadaan HIMPAUDI. Menurut dia, kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap perjuangan para pendidik PAUD.
“Kami tidak berjalan sendirian. Masih ada orang tua yang mendampingi kami untuk mewujudkan organisasi ini, terutama PTK PAUD nonformal,” katanya.
Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Provinsi Papua tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Marten Medlama, Sekretaris Bunda PAUD Provinsi Papua yang mewakili Bunda PAUD Provinsi Papua, Ketua BPP PAUD Wilayah Papua, Wakil Ketua Komisi V DPR Provinsi Papua, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Kabupaten Jayapura, serta perwakilan penerbit buku Erlangga Jayapura.
Kegiatan tersebut juga diikuti 116 peserta yang merupakan guru PAUD dari tiga kabupaten/kota, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.
Melalui momentum HUT ke-21 dan Workshop Matematika Gembira, HIMPAUDI Papua berharap peningkatan kapasitas pendidik dapat terus dilakukan sehingga kualitas layanan pendidikan anak usia dini semakin kuat dan mampu menjawab kebutuhan generasi Papua di masa mendatang.
Sem

