‎

GOD BLESS PARK MANADO DISOROT! HAMPIR DUA MINGGU AIR TAK LANCAR, TOILET JOROK, PENGUNJUNG BISA KABUR.

Share

MANADO, SULAWESI UTARA, BINKARI — Keindahan dan ramainya God Bless Park atau Taman Berkat di Jalan Pierre Tendean, Kelurahan Sario Utara, Kota Manado, kini dibayangi keluhan serius terkait fasilitas sanitasi. Pasalnya, persoalan pasokan air yang disebut-sebut tidak lancar selama hampir dua minggu lebih membuat toilet di kawasan tersebut sulit digunakan secara layak. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang perhatian terhadap fasilitas dasar di salah satu ruang publik yang menjadi tempat warga bersantai dan menikmati kuliner.

God Bless Park bukan sekadar tempat berkumpul. Kawasan ini juga menjadi lokasi Sentra IKM/UMKM Kuliner Milenial yang disediakan Pemerintah Kota Manado sebagai ruang usaha bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Karena itu, kebersihan dan ketersediaan air menjadi kebutuhan mendasar yang tidak seharusnya dipandang sebelah mata.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lokasi, persoalan air menjadi keluhan yang dirasakan oleh pelaku usaha maupun pengunjung. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, bukan hanya kenyamanan pengunjung yang terganggu, melainkan juga citra kawasan kuliner dan keberlangsungan usaha masyarakat yang menggantungkan penghasilan di tempat itu.

Air sering mati, Toilet jadi keluhan.

Salah satu pengelola usaha UMKM yang ditemui awak media mengungkapkan bahwa pasokan air sudah lebih dari satu minggu tidak berjalan normal. Kalaupun air sempat mengalir, menurut keterangannya, alirannya kerap terhenti kembali.

“Sudah sekitar hampir dua minggu lebih air tidak jalan. Kalaupun jalan, sering kali langsung mati. Kami mau menggunakan toilet saja susah karena air tidak ada,” ungkap sumber tersebut.

Keluhan itu bukan perkara sepele. Toilet umum merupakan fasilitas penting yang harus tersedia dalam kondisi bersih dan layak, terlebih di kawasan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, termasuk keluarga yang datang untuk bersantai dan menikmati makanan.

Sumber tersebut berharap pemerintah dan instansi terkait segera memperhatikan persoalan pasokan air, termasuk melakukan koordinasi dengan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau penyedia layanan air bersih yang berwenang.

Menurutnya, ketika air tidak tersedia dan toilet sulit dibersihkan, kenyamanan pengunjung ikut terdampak. Ia juga menilai kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat enggan kembali berkunjung apabila tidak segera ditangani.

Pengunjung mengeluh,Bau tak sedap jadi sorotan.

Keluhan serupa datang dari seorang pengunjung yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku kawasan God Bless Park sebenarnya memiliki lokasi yang bagus untuk bersantai bersama keluarga. Namun, persoalan toilet dinilai mengurangi kenyamanan saat berkunjung.

“Tempatnya sudah bagus, apalagi untuk bersantai bersama keluarga. Hanya saja, kalau mau ke toilet, air tidak ada. Kalau toilet tidak bisa dibersihkan, baunya menyengat dan membuat tidak nyaman,” ungkap pengunjung tersebut.

Keluhan mengenai bau tidak sedap dan kondisi toilet yang dinilai kotor menjadi peringatan bahwa fasilitas penunjang harus sejalan dengan pengembangan kawasan kuliner. Tempat yang ramai dikunjungi masyarakat semestinya didukung sanitasi yang memadai, bukan justru menyisakan persoalan mendasar ketika pengunjung membutuhkan toilet.

Terlebih, kawasan kuliner berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kebersihan lingkungan. Tanpa ketersediaan air yang memadai, petugas maupun pengelola akan kesulitan menjaga toilet tetap bersih dan layak digunakan.

Jangan biarkan fasilitas publik kehilangan daya tarik.

Persoalan ini membutuhkan perhatian dan penanganan nyata. Pemerintah Kota Manado melalui instansi terkait, pengelola kawasan, serta pihak penyedia layanan air bersih perlu menelusuri penyebab gangguan pasokan, memastikan kondisi jaringan, dan mencari solusi agar air dapat tersedia secara berkelanjutan.

Jika gangguan memang berkaitan dengan keterbatasan pasokan air pada musim kemarau, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi melalui langkah teknis yang sesuai. Namun, penyebab pasti gangguan di God Bless Park masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.

Jangan sampai kawasan yang telah dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM justru kehilangan kenyamanan akibat persoalan fasilitas dasar yang berlarut-larut. Infrastruktur yang bagus tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila kebutuhan mendasar seperti air bersih dan sanitasi tidak terpenuhi.

Hingga berita ini disusun, keluhan yang disampaikan sumber di lapangan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pengelola God Bless Park, Pemerintah Kota Manado, dan penyedia layanan air bersih terkait penyebab gangguan serta langkah penanganannya.

Kini yang dibutuhkan bukan sekadar perhatian, melainkan tindakan nyata. God Bless Park harus tetap menjadi ruang publik yang nyaman, bersih, dan ramah keluarga. Jangan biarkan persoalan air dan toilet mengalahkan potensi kawasan kuliner yang seharusnya menjadi kebanggaan Kota Manado.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *