Fakhiri Melenggang Tanpa Lawan! Mayoritas Cabor Bulat Dukung, Kursi Ketua KONI Papua Nyaris Tanpa Guncangan

Share

JAYAPURA, Binkari – Peta perebutan kursi Ketua Umum KONI Papua periode 2026–2030 praktis sudah terbaca. Dukungan besar dari mayoritas pemegang hak suara membuat Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri tampil sebagai calon tunggal yang melenggang mulus menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua.

Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua Umum KONI Papua secara resmi menetapkan Matius D. Fakhiri sebagai satu-satunya kandidat yang memenuhi seluruh persyaratan pencalonan. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat pleno verifikasi dan validasi dokumen yang digelar di Sekretariat TPP KONI Papua, Wisma Atlet Mandala, Dok V, Kota Jayapura, Kamis (4/6/2026).

Tak sekadar memenuhi syarat administratif, Fakhiri juga datang dengan kekuatan dukungan yang sulit ditandingi. Sebanyak 38 cabang olahraga, dua badan fungsional, serta tujuh KONI kabupaten/kota memberikan dukungan resmi kepadanya.

Ketua TPP KONI Papua, Hengky Sawaki, menegaskan bahwa jumlah dukungan yang dikantongi Fakhiri jauh melampaui batas minimal 30 persen pemegang hak suara yang dipersyaratkan dalam Musorprov.

“Jumlah dukungan resmi kepada Pak Matius Fakhiri yang kami terima dan verifikasi telah melampaui syarat minimal yang ditetapkan,” ungkap Sawaki dalam konferensi pers.

Dominasi dukungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa mayoritas insan olahraga Papua menginginkan kepemimpinan baru yang mampu membawa prestasi olahraga Bumi Cenderawasih kembali berjaya di tingkat nasional maupun internasional.

Hingga batas akhir pendaftaran, hanya satu nama yang mengembalikan berkas pencalonan secara lengkap. Fakta itu semakin mengukuhkan posisi Fakhiri sebagai figur yang memperoleh kepercayaan luas dari keluarga besar olahraga Papua.

“Hasil pemeriksaan dokumen menunjukkan hanya satu bakal calon yang mengembalikan berkas secara lengkap, yakni Matius D. Fakhiri,” tegas Sawaki.

Sebelumnya, kedatangan Gubernur Papua itu ke Sekretariat TPP KONI Papua disambut meriah dengan tarian adat dan dukungan terbuka dari berbagai unsur olahraga. Suasana tersebut menggambarkan besarnya harapan yang disematkan kepada Fakhiri untuk membangun kembali sistem pembinaan atlet Papua secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Usai menyerahkan berkas yang kemudian dinyatakan lengkap, Fakhiri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya bersyukur karena mayoritas pemegang hak suara memberikan dukungan kepada kami. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Fakhiri.

Ia menegaskan bahwa jika dipercaya memimpin KONI Papua, fokus utamanya adalah memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, meningkatkan kualitas kompetisi daerah, serta menyiapkan atlet-atlet Papua agar mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di ajang nasional hingga internasional seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Kini, seluruh mata tertuju pada pelaksanaan Musorprov KONI Papua pada 5–6 Juni 2026. Meski hanya menghadapi calon tunggal, momentum ini dinilai menjadi titik awal lahirnya harapan baru bagi kebangkitan olahraga Papua di bawah kepemimpinan Matius D. Fakhiri.

Dengan dukungan yang nyaris bulat dari pemegang hak suara, jalan Fakhiri menuju kursi Ketua Umum KONI Papua tampak terbuka lebar. Tantangan sesungguhnya bukan lagi memenangkan dukungan, melainkan menjawab harapan besar masyarakat Papua untuk mengembalikan kejayaan olahraga Bumi Cenderawasih di pentas nasional dan dunia.

Sem Gombo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *