‎

Fakhiri Luncurkan Empat Program Sosial, Perkuat Perlindungan Warga Papua

Share

JAYAPURA, Binkari — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meluncurkan Kartu KASIH (Keluarga Sehat Ibu Hamil) dan Kartu JALAN (Jaminan Lanjut Usia) untuk memperkuat perlindungan sosial masyarakat, sekaligus melengkapi program pendidikan Kartu MACE (Mahasiswa Cerdas) dan Kartu PACE (Pelajar Cerdas).

Keempat program tersebut disatukan dalam tagline “MACE KASIH JALAN PACE”dan diperkenalkan dalam refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Matius Fakhiri bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen di halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin (12/10/2026).

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua memperluas akses pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Fakhiri mengatakan, tahun pertama kepemimpinannya merupakan tahap awal pelaksanaan agenda pembangunan lima tahun ke depan yang diarahkan untuk mewujudkan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.

“Satu tahun pertama ini bukanlah perjalanan tanpa arah. Satu tahun ini merupakan fase awal implementasi dari agenda pembangunan lima tahun ke depan dengan visi transformasi menuju Papua yang cerdas, Papua yang sejahtera, dan Papua yang harmonis,” ujar Fakhiri.

Arah pembangunan tersebut dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua 2025–2029 melalui visi “Papua Cerah”.

Menurut Fakhiri, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan fiskal setelah pemekaran tiga daerah otonom baru (DOB). Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas keuangan daerah yang, menurut data yang disampaikan dalam refleksi kepemimpinan, turun dari Rp11,4 triliun menjadi Rp1,8 triliun pada APBD 2026.

Menghadapi keterbatasan tersebut, Pemprov Papua berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), menata pengelolaan dana otonomi khusus (Otsus), serta memastikan pelayanan dasar tetap berjalan.

“Kami memilih mengambil langkah-langkah transformatif, bukan mengeluh dengan kondisi anggaran yang ada. Fondasi pembangunan harus disiapkan agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian arah kebijakan yang ditegaskan Fakhiri dalam refleksi tersebut.

Dalam sektor kesehatan, Kartu KASIH dirancang untuk mendukung pelayanan bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak, termasuk upaya menekan angka stunting melalui layanan berjenjang dari puskesmas hingga rumah sakit umum daerah (RSUD).

“Papua yang cerdas lahir dari ibu yang sehat dan anak yang bertumbuh baik. Melalui Kartu KASIH ini, pemerintah memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak dari puskesmas, RSUD kabupaten/kota sampai dengan RSUD provinsi,” katanya.

Sementara itu, Kartu JALAN diarahkan sebagai skema jaminan dan perlindungan sosial bagi warga lanjut usia di Papua. Adapun Kartu MACE dan Kartu PACE difokuskan pada dukungan pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Pemprov Papua juga menyelaraskan program-program tersebut dengan agenda strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat di kawasan pelosok, guna memperluas kesempatan masyarakat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan.

Melalui integrasi empat program tersebut, pemerintah daerah berharap pembangunan Papua tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaatnya menjangkau masyarakat secara lebih adil dan merata.

Sem Gombo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *