Air Mata Pengabdian dan Semangat Baru: Lapas Bulukumba Ukir Momen Pisah Sambut yang Sarat Makna dan harapan 

Share

BULUKUMBA, Binkari – Suasana haru berpadu dengan semangat optimisme menyelimuti Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bulukumba pada Rabu (22/04/2026). Dalam sebuah prosesi yang sarat makna, digelar acara pisah sambut pejabat struktural sebagai bagian dari dinamika organisasi yang terus bergerak menuju pelayanan yang lebih prima.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas, Mansur, bersama jajaran pejabat struktural, pegawai JFT dan JFU, serta peserta magang. Nuansa khidmat langsung terasa sejak awal acara yang diawali dengan pembukaan, doa bersama, hingga momen reflektif melalui pemutaran video kilas balik perjalanan tugas para pejabat yang berpindah.

Tak sedikit mata yang berkaca-kaca saat nama Nur Ansyar dan Burhan Manaf disebut. Dedikasi keduanya selama bertugas di Lapas Bulukumba bukan hanya meninggalkan jejak kerja, tetapi juga kenangan kebersamaan yang mendalam.

Dalam sepatah kata perpisahannya, Nur Ansyar yang kini mengemban amanah baru di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa mengungkapkan rasa emosionalnya. Ia menyebut Lapas Bulukumba sebagai rumah kedua yang telah membentuk perjalanan pengabdiannya, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Senada dengan itu, Burhan Manaf yang kini bertugas di Lapas Kelas IIA Watampone menuturkan bahwa pengalaman mengelola pembinaan kemandirian warga binaan menjadi pelajaran berharga yang tak terlupakan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf serta harapan agar tali silaturahmi tetap terjaga.

Namun di balik suasana haru, semangat baru juga turut menguat. Kehadiran pejabat baru membawa energi segar bagi keberlanjutan program pembinaan. Muh Ahsan, S.H., sebagai Kasi Kegiatan Kerja yang baru, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan inovasi dan produktivitas yang lebih baik.

Hal serupa disampaikan Muhammad Asrul, S.H., M.M., yang kini menjabat sebagai Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja. Ia menyatakan kesiapan untuk beradaptasi dan mendorong peningkatan daya saing hasil karya warga binaan agar lebih bernilai dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Bulukumba, Mansur, menegaskan bahwa mutasi adalah bagian dari strategi organisasi dalam menjaga ritme kinerja yang dinamis. Ia memberikan apresiasi tinggi atas loyalitas pejabat lama sekaligus mendorong pejabat baru untuk segera berkontribusi secara maksimal.

“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan, baik kepada masyarakat maupun warga binaan,” tegasnya.

Sebagai penutup, pemberian cinderamata menjadi simbol penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan. Momen berjabat tangan, ucapan selamat, hingga sesi foto bersama menjadi gambaran nyata bahwa meski terjadi pergantian peran, semangat kebersamaan tetap terjaga.

Pisah sambut ini bukan hanya tentang perpisahan dan perkenalan, tetapi juga tentang kesinambungan pengabdian—bahwa setiap langkah yang ditinggalkan akan menjadi pijakan bagi langkah berikutnya menuju Lapas Bulukumba yang lebih profesional, humanis, dan berdaya saing.

Abdul Rauf Bulukumba Sulselbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *