‎

Bukan Sekadar Menjalani Hukuman, Warga Binaan Lapas Bulukumba Ditempa Menjadi Pribadi Berkarakter Lewat Pramuka

Share

BULUKUMBA — Pembinaan di balik tembok pemasyarakatan bukan semata-mata tentang menjalani masa hukuman, melainkan juga tentang membuka jalan menuju perubahan. Semangat inilah yang terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba melalui kegiatan kepramukaan dengan menanamkan nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka kepada warga binaan, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, memperkuat rasa tanggung jawab, serta menanamkan kepedulian sosial sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.

Pembinaan tersebut melibatkan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bulukumba dan didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Andi Fadli, S.H.

Dalam kegiatan itu, warga binaan mendapatkan pembekalan mengenai Kode Kehormatan Pramuka, khususnya Dasa Darma dan Tri Satya. Nilai-nilai tersebut mengajarkan pentingnya kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesetiaan terhadap janji, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

Bagi warga binaan, pembelajaran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang didengar, tetapi menjadi pedoman dalam membangun kebiasaan dan sikap positif setiap hari.

Andi Fadli: Perubahan Dimulai dari Kesadaran dan Kemauan Memperbaiki Diri

Kasubsi Bimkemaswat, Andi Fadli, S.H., menegaskan bahwa pembinaan kepribadian memiliki peran penting dalam membantu warga binaan mengenali potensi diri, memperbaiki perilaku, dan menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik tetap terbuka.

Menurutnya, nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya bukan sekadar hafalan dalam kegiatan kepramukaan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk bersikap jujur, disiplin, menghormati sesama, serta berani memperbaiki kesalahan.

“Pembinaan ini bukan hanya tentang memberikan materi, tetapi bagaimana nilai-nilai yang dipelajari dapat tumbuh menjadi kesadaran dalam diri warga binaan. Kami ingin mereka memahami bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” demikian pesan inspiratif yang dapat disampaikan dalam pembinaan tersebut.

 

Andi Fadli juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan semangat untuk terus melangkah ke arah yang positif. Masa lalu, menurut semangat pembinaan ini, hendaknya menjadi pelajaran untuk memperbaiki masa depan, bukan alasan untuk berhenti berusaha.

 

“Disiplin harus menjadi kebiasaan, tanggung jawab harus dibuktikan melalui tindakan, dan kepedulian harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan kami, warga binaan mampu membawa nilai-nilai tersebut ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” lanjut pesan pembinaan tersebut.

Catatan redaksi: kutipan Andi Fadli di atas merupakan rumusan narasi inspiratif, bukan kutipan langsung yang telah terverifikasi. Sebelum diterbitkan sebagai pernyataan narasumber, mohon konfirmasikan kepada yang bersangkutan.

Kalapas Mansur: Pembinaan Menjadi Bekal untuk Kembali ke Masyarakat

Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan salah satu bagian dari upaya membentuk kepribadian warga binaan agar mampu melakukan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui pembinaan kepramukaan, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian kepada warga binaan. Harapannya, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam keseharian sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujar Mansur.

Keterlibatan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bulukumba turut memperkuat pelaksanaan pembinaan melalui kerja sama dengan pihak di luar lapas. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat memperluas wawasan warga binaan sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.

Menanamkan Harapan, Menyiapkan Masa Depan

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Warga binaan menunjukkan antusiasme dalam mengikuti materi yang diberikan.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, pembinaan kepramukaan membawa pesan bahwa proses pemasyarakatan harus memberikan ruang bagi pembelajaran, perbaikan perilaku, dan penguatan karakter. Nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan menjadi bekal nyata ketika warga binaan kembali menjalani kehidupan bermasyarakat.

Lapas Kelas IIA Bulukumba berkomitmen untuk terus melaksanakan pembinaan kepribadian secara berkelanjutan melalui berbagai program dan kerja sama dengan pihak terkait.

Sebab, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran, perubahan sikap, dan kesiapan seseorang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dari balik tembok pemasyarakatan, harapan tetap ditumbuhkan. Melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan nilai-nilai kemanusiaan, setiap warga binaan didorong untuk menatap masa depan dengan semangat baru.

BINTANG BAYANGKARA INDONESIA — Mengabarkan Pembinaan, Mengangkat Harapan, Mengawal Perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *