
BULUKUMBA, Binkari — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan kepramukaan yang digelar di lingkungan Lapas, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, serta pembentukan karakter positif bagi warga binaan.
Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Bulukumba, Andi Fadli, SH, turut mengambil peran dalam mendorong agar kegiatan pembinaan berjalan terarah dan memberikan manfaat bagi warga binaan.
Menurut Andi Fadli, kegiatan kepramukaan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi warga binaan untuk membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.
“Melalui kegiatan kepramukaan, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian. Kami berharap warga binaan dapat mengikuti setiap kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan nilai-nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Andi Fadli.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan dengan bimbingan dan arahan petugas Lapas. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung.
Bagi warga binaan, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk mengisi masa pembinaan dengan aktivitas yang membangun sekaligus melatih kemampuan berinteraksi, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
Salah seorang peserta, A, mengaku mendapatkan pengalaman positif dari kegiatan kepramukaan yang diikutinya.

“Kami senang mengikuti kegiatan seperti ini. Banyak hal positif yang kami dapat, terutama belajar disiplin, bekerja sama, dan saling membantu. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan.
Menurutnya, pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek sikap dan karakter sebagai bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan tidak hanya tentang keterampilan, tetapi juga bagaimana membentuk sikap dan karakter. Kami terus mendorong agar setiap kegiatan pembinaan dapat memberikan nilai positif dan menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ungkap Mansur.
Kegiatan kepramukaan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga binaan untuk membangun rasa percaya diri dan belajar menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Lapas Kelas IIA Bulukumba, pembinaan bukan semata-mata tentang menjalani masa pidana, tetapi juga bagian dari proses mempersiapkan warga binaan agar memiliki sikap dan kemampuan sosial yang lebih baik ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Lapas Kelas IIA Bulukumba menyatakan komitmennya untuk terus melaksanakan pembinaan kepribadian secara rutin dan berkesinambungan.
Dari balik tembok pemasyarakatan, pembentukan karakter terus dilakukan—karena setiap warga binaan tetap memiliki ruang untuk belajar, berubah, dan mempersiapkan diri kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Abdul Rauf Bulukumba Sulselbar

