Aceh Tenggara,Binkari–Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara, provinsi Aceh menggelar peringatan Hari Tani Nasional ke 66 tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Lawe Beringin Gayo Kecamatan Semadam Kabupaten Aceh Tenggara, Pada Hari Sabtu, 26 Desember 2026,
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Perwakilan Bupati Aceh Tenggara, kepala dinas pertanian Aceh Tenggara, KATIMKKER Penyuluh Aceh Tenggara, Kordinator BPP, Penyuluhan Pertanian Lapangan, Unsur Muspika Kecamatan Semadam, Para kepala SPPG wilayah Semadam, Pengurus Tani Merdeka Se kabupaten Aceh Tenggara, dan masyarakat petani setempat,
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara , Jeri alastra , malalui sambutannya menyampaikan Bahwa Peringatan Hari Tani Nasional bukan hanya sekedar seremonial akan tetapi menjadi momen penting bagi petani untuk terus bekerja cerdas dan beradaptasi dengan kemajuan zaman,
Jeri menyebut dengan Program dan Kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang Pro terhadap petani, para petani kini mendapatkan banyak kemudahan di berbagai sisi. Program dan kebijakan ini tentunya membuka peluang besar untuk dimanfaatkan para petani agar petani bisa maju dan sejahtera,
Ia juga berharap momentum Hari Tani Nasional 2026 dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, organisasi pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan,
Jeri Alastra menegaskan, Tani Merdeka Indonesia Berkomitmen penuh dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan petani. Ia menyebut petani tidak sekadar menjalankan profesi, tetapi memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan,
Mewakili Bupati, Asisten Dua Sekdakab Aceh Tenggara, Iswadi ST. MM mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tenggara tersebut
Menurutnya, Peringatan Hari Tani Nasional harus menjadi momentum untuk mendorong program yang benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan para petani
Di tahun 2026 ini, tantangan dan peluang sektor pertanian semakin dinamis. Salah satu peluang emas yang ada di depan mata kita hari ini adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional untuk mencetak generasi muda yang sehat dan cerdas.
Iswadi Menjelaskan, Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dipisahkan dari peran vital para petani kita. Dapur-dapur pelayanan MBG di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tenggara membutuhkan pasokan bahan pangan segar, sehat, dan berkualitas secara berkelanjutan—mulai dari beras, sayur-mayur, buah-buahan, hingga komoditas pendukung lainnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mendorong kerjasama strategis dan kemitraan langsung antara Kelompok Tani/Gapoktan dengan pengelola Dapur MBG, Tegas Iswadi
Sementara itu Kepala dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, SP,MM menyatakan tantangan di sektor pertanian saat ini tidaklah ringan. Mulai dari perubahan iklim yang tak menentu, ketersediaan air irigasi, tantangan rantai pasok dan harga pasar, hingga perlunya modernisasi alat dan teknologi pertanian.
Semua masalah kompleks tersebut tidak mungkin mampu diselesaikan oleh satu pihak saja. Dinas Pertanian tidak bisa berjalan sendiri. Petani pun tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian, Oleh karena itu, kunci utama kemajuan kita adalah Kolaborasi Dan sinergi Semua Pihak,
jika sinergi ini tercipta dengan erat dari hulu ke hilir, maka cita-cita mewujudkan Aceh Tenggara Hebat yang mandiri pangan, sejahtera petaninya, dan kuat ekonominya, bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang sedang kita bangun bersama. Jelas Riskan
Kegiatan peringatan Hari Tani nasional ini juga dirangkai dengan beberapa kegiatan sosial yaitu Gerakan Pangan Murah atau Pasar murah Untuk Petani dan masyarakat, Pembagian bibit perkarangan Rumah Secara Gratis kepada Kelompok wanita Tani setempat, Pemeriksaan Kesehatan Gratis kepada Patani, pameran produk Hasil Petani Lokal, Serta Pembagian Bibit Jagung Secara Simbolis kepada kelompok Tani Di wilayah kecamatan Semadam,
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Tani Nasional sekaligus bentuk kepedulian dan kebersamaan Tani Merdeka Indonesia dengan masyarakat dan Petani.
R.Lubis

